#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Mimpi ke Piala Dunia, TC Timnas Futsal Masih Belum Jelas
12 December 2019 12:19 WIB
JAKARTA - Persiapan tim nasional (timnas) futsal Indonesia menghadapi Piala Asia Futsal 2020 di Turkmenistan sedikit mengalami kendala. Pasalnya, program yang sejatinya telah dirancang mau tidak mau harus mengalami perubahan.

Awalnya, pemusatan latihan timnas futsal Indonesia akan dimulai tanggal 9 Desember lalu. TC ini dilakukan di sela jadwal kompetisi Pro Futsal League (PFL) di setiap pekan tergantung kota di mana series berlangsung.

Misalnya, pada pekan perdana yang dimulai pada 7-8 Desember lalu, TC bisa dimulai di Jawa Tengah lantaran Grup A bertanding di GOR Mustika, Blora. Sedangkan Grup B yang baru akan memainkan pekan perdana 14-15 Desember di GOR Sasana Krida, Purwokerto.


Baca Juga :
- Timnas U-19 Latihan Perdana, Begini Hasil Pantauan Pelatih Shin Tae Yong
- Liga 1 2020 Dua Wilayah? Ini Tanggapan Klub

Namun program tersebut dipastikan batal. Hal itu diungkapkan oleh asisten pelatih timnas futsal Indonesia Sayan Karmadi. Menurut Sayan, saat ini tim pelatih masih menunggu kepastian kapan TC bisa dimulai dari Federasi Futsal Indonesia (FFI).

“Saat ini tim pelatih masih menunggu arahan dari federasi terkait TC. Awalnya kan tanggal 9 dimulai di sela PFL tapi batal. Uji coba lawan Jepang juga batal. Jadi yang bisa jawab soal kepastian TC ya federasi,” kata Sayan.

Ia melanjutkan, tim pelatih sudah menyodorkan beberapa opsi terkait penjadwalan masa persiapan untuk menghadapi turnamen elite antarnegara-negara Asia tersebut. Bagaimana tidak, ini menjadi kesempatan Indonesia mewujudkan mimpi bisa tampil di Piala Dunia Futsal.

Pasalnya, turnamen yang akan digelar di Turkmenistan pada 26 Februari-8 Maret 2020 mendatang ini sekaligus menjadi kualifikasi Piala Dunia Futsal 2020. Lima tim terbaik akan mewakili Asia ke Lithuania.

Menurut Sayan, jika proposal program timnas diterima, TC akan dimulai awal Januari mendatang. Atau bisa lebih cepat di akhir Desember. “Kami tim pelatih tinggal menyesuaikan saja nanti programnya. Saat ini coach Kensuke (Takahashi) sedang pulang dulu ke Jepang karena kakeknya meninggal,” Sayan melanjutkan.

Namun begitu, coach Ken telah membagi tugas kepada tim kepelatihan selama dirinya di Jepang. Dikatakan Sayan, tim pelatih saat ini ditugaskan untuk mengumpulkan data-data terkait calon lawan yang akan dihadapi nanti. Seperti diketahui Indonesia tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, Bahrain, dan Cina.

Dari ketiga lawan tersebut, baru Uzbekistan yang sedikit banyak sudah diketahui kekuatan dan kelemahannya. Pasalnya Indonesia sudah dua kali bertemu Uzbekistan, yang pertama kalah 0-2 di ajang MNC Futsal Championship dan 1-2 dalam uji coba tertutup beberapa hari berselang.

“Sebelum pulang ke Jepang, coach Ken sudah membagi tugas kepada tim pelatih lainnya. Paling utama adalah menganalisis calon lawan dengan mengumpulkan video-video pertandingan mereka. Itu yang kami kumpulkan sebelum nanti dianalisis bersama coach Ken, mulai bagaimana karakter bermain, keunggulan, dan kelemahan mereka," kata Sayan.

Sementara terkait pemantauan pemain di PFL, tim pelatih hanya menunggu instruksi dari pelatih kepala. Sebab menurut Sayan, soal pemain sepenuhnya menjadi kekuasaan penuh pelatih kepala.

“Pencarian pemain, itu hak pelatih kepala, coach Ken yang tahu akan kebutuhan tim. Jadi kami tidak bahas itu sekarang. Kalau soal pemain belum ada diskusi sampai ke situ,” ia melanjutkan. “Yang pasti kami dalam posisi menunggu. Karena kami tidak bisa lakukan apa-apa selain menunggu instruksi dari coach Ken dan federasi. Karena kami tidak tahu kapan mulainya persiapan, federasi yang menentukan. Namun yang pasti kami sudah tahu apa yang harus dilakukan setelah kepastian TC dimulai.”*FURQON AL FAUZI

 

 

 

 

 


Baca Juga :
- Liga TopSkor U-16: Grande Partita di Gunung Sindur
- Preview Liga TopSkor Transtama U-15: Papan Tengah Memanas

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA