#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


INFOGRAFIS
Juara Liga Champions Masih Mimpi Buat PSG
10 December 2019 14:55 WIB
PARIS – Paris Saint Germain hanya memberikan fantasi ke dalam mimpi, tapi tidak mampu diwujudkan dalam pertandingan. Jadi, The Big Paris, hanya tinggal sebuah ide. Kalimat tersebut muncul dalam sebuah pemberitaan di Guardian. Tentu, salah satu inti dari kalimat tersebut untuk mengingat kembali terkait rapor Les Parisiens di ajang Liga Champions.

Ya, setiap kali PSG lolos dari fase grup, pertanyaan besar kemudian selalu muncul: mampukah kali ini mereka mewujudkan target yang sudah lama menjadi impian? Intinya, mampukah PSG meraih gelar Liga Champions, target yang akan membuat mereka selangkah lebih baik dibandingkan musim-musim sebelumnya. Trofi Liga Champions, memang menjadi bagian utama dari kekuatan PSG setelah kehadiran pemilik baru dari Qatar.

Sejak klub ini beralih kepemilikan pada 2011 silam, ide besar dari pemilik klub adalah tidak hanya membuat PSG mendominasi kompetisi domestik dalam hal ini Ligue 1 melainkan meraih gelar di Liga Champions. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, pemilik klub, Nasser Al-Khelaifi, tidak tanggung-tanggung menggelontarkan dana besar. Hasilnya, PSG memang menjadi tim yang kuat.


Baca Juga :
- Cristiano Ronaldo dan Messi Tak Masuk Nominasi Pemain Terbaik Liga Champions 2019/20, Muenchen Mendominasi
- Ini Fakta bahwa Gareth Bale adalah Legend di Madrid

Dari sosok Zlatan Ibrahimovic, Edinson Cavani, Neymar, Kylian Mbappe, hingga kini pemain pinjaman dari FC Internazionale, Mauro Icardi, telah didatangkan sebagai mesin gol. Di antara mereka, ada pula sejumlah pemain kreatif seperti Angel Di Maria, gelandang energik, Marco Verratti, bek yang memiliki kemampuan di atas rata-rata seperti Thiago Silva. Semua itu di antaranya untuk membawa Les Parisiens menorehkan gelar di ajang Eropa.

Meski demikian, dalam tiga musim terakhir, langkah PSG malah selalu berakhir di 16 besar. Musim ini, PSG kembali lagi untuk mencoba meraih gelar Liga Champions. Tapi, ironisnya, mereka mengawali dan menjalani musim ini dengan sejumlah situasi yang tidak ideal. Di Ligue 1, mereka masih memimpin puncak klasemen sementara dengan keunggulan lima poin.

Tapi, ada sejumlah situasi yang tidak ideal. Icardi, awalnya terlihat sebagai mesin gol utama ketika Neymar absen. Namun, belakangan, situasi tersebut berubah ketika Neymar muncul lagi setelah pulih dari cedera. Sedangkan Cavani masih berada dalam posisi masih sulit untuk meraih statusnya kembali sebagai starter setelah kembali dari cedera. Baik Icardi dan Cavani, justru menjadi penyerang pelapis yang tidak biasa.

Yang menarik, terkait dua sosok bintang mereka; Neymar dan Mbappe. Tapi, sejak kedua pemain ini bergabung pada 2017, masing-masing belum memperlihatkan potensi sebagai bagian yang krusial dalam laga-laga menentukan bagi PSG. Keduanya seperti dua kutub yang berbeda. Mengesankan tapi rapuh. Meski demikian, PSG tentu masih terus berharap kepada keduanya, termasuk di ajang Liga Champions musim ini. Mbappe memperlihatkan kemampuan terbaiknya ketika membuka keunggulan PSG lawan Nantes, pertengahan pekan lalu. Neymar pun mencetak gol kedua timnya, meski melalui penalti, namun dirayakan dengan cara yang membuat fan PSG geram. Dari momen lawan Nantes, itu kali pertama Neymar dan Mbappe mencetak gol bersama-sama dalam satu laga, sejak terakhir kali melakukannya pada Januari lalu. Dan selama 10 bulan itu, keduanya total hanya tampil 120 menit secara bersama.

Di Liga Champions, dalam fase knockout, Neymar dan Mbappe hanya bermain bersama dalam satu laga dan itu terjadi setelah dua tahun. Laga tersebut adalah saat kalah 1-3 dari Real Madrid pada 2018. Neymar kemudian absen dalam laga kedua lawan Madrid karena cedera, Lalu, dia pun kembali absen ketika PSG tampil dalam dua laga lawan Manchester United di 16 besar.

Dengan situasi tersebut, (jarang bermain bersama) besar kemungkinan ada efek bahwa ada potensi koneksi yang tidak berfungsi antara Neymar dan Mbappe. Itulah kekhawatirannya. Meski demikian, penilaian tersebut justru terbantahkan. Faktanya, mereka selalu memperlihatkan potensi yang mengesankan setiap tampil bersama.


Baca Juga :
- Seru! UEFA Tempatkan Barca di Pot 2 pada Undian Liga Champions Mendatang, Berpeluang Gabung Grup Neraka
- 5 Faktor yang Membuat Madrid Berpeluang Mendapatkan Kylian Mbappe

Total, dalam 46 laga saat Neymar dan Mbappe bermain bersama, PSG mampu menorehkan 150 gol, termasuk terciptanya 20 gol di antara kerja sama mereka. Potensi inilah yang boleh jadi, seharusnya membuat PSG bisa melangkah lebih jauh di Liga Champions. Tidak hanya seperti musim lalu, hanya sampai 16 besar.***

 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA