#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Ulangi Memori Indah di Rizal Memorial, Ini Saatnya Sepak bola Indonesia Berjaya
10 December 2019 10:35 WIB
MANILA - Satu hentakan lagi, timnas Indonesia U-23 akan berdiri di podium tertinggi. Rizal Memorial Stadium, Manila, Filipina, diharapkan kembali menghadirkan cerita manis untuk pasukan Garuda Muda. Ya di stadion ini pula, 28 tahun silam, Indonesia terakhir kali berjaya di cabang sepak bola SEA Games.

Kala itu Widodo Cahyono Putro dan kawan-kawan, sukses mengigit medali emas SEA Games untuk kedua kalinya, usai menundukkan Thailand dalam drama adu penalti..

Butuh perjuangan ekstrakeras dan mental tangguh wajib dimiliki oleh setiap pemain. Bagaimana tidak, pelatih Indonesia saat itu Anatoli Fyodorich Polosin, membentuk para pemain timnas ibarat prajurit yang hendak bertempur di medan peperangan.


Baca Juga :
- Jaya Hartono Ingin PSCS Cilacap Jalani Enam Laga Uji Coba Menuju Liga 2 2020
- PSIM Legend Bernostalgia di Laga Ekshibisi lawan Mantan Pemain Timnas Indonesia

Latihan fisik menjadi menu sehari-hari. Berlatih dengan menanjaki gunung di daerah Cimahi dengan jarak 5-7 kilometer mesti dilalui. Tak sedikit pemain yang tidak kuat dan akhirnya meninggalkan pemusatan latihan. Tapi pada akhirnya, setiap tetes keringat dari pemain berbuah hasil manis.

“Karena sebelumnya kita dianggap sebelah mata untuk menjadi juara di Filipina kala itu. Bahkan dari masyarakat di dalam negeri sendiri. Tapi itu malah menambah motivasi pemain, ofisial, dan seluruh elemen tim untuk menjadi yang terbaik,” kata Danurwindo, salah satu ofisial tim SEA Games 1991. “Kemudian latihannya saat itu cukup keras sehingga buat mereka tambah percaya diri lagi, karena sudah pegang modal yang kuat buat jadi juara.”

Sementara Widodo Cahyono Putro yang menjadi salah satu pemain muda di tim 1991, menilai ada kesamaan dengan tim yang diasuh Indra Sjafri saat ini. Yaitu sama-sama memiliki tekad kuat dan besar untuk menjawab keraguan dari banyak orang terkait prestasi sepak bola Indonesia. Bahkan, gaya latihan fisik alas Polosin juga ditiru Indra dalam persiapan jelang SEA Games.

“Terpenting jaga sisi emosional. Kepercayaan diri berlebihan juga tidak bagus. Kalau soal skill, kerjasama tim itu sudah dimiliki tim ini,” ujar pencetak gol pertama Indonesia pada SEA Games 1991 itu.

Salah satu pemain senior di SEA Games 1991 Bambang Nurdiansyah juga tak bisa melupakan momentum paling indah dalam kariernya terjadi di Rizal Memorial Stadium. Ia menilai, masa persiapan timnas 1991 dan saat ini sama-sama bagusnya. “Kalau hasilnya emas dibawa pulang, saya pikir itu karena persiapan yang bagus tidak akan membohongi hasil,” kata Banur, sapaannya.


Baca Juga :
- Timnas U-19 Indonesia Akan Bertolak ke Turki untuk hadapi Lima Negara
- Siaran Langsung NET TV dan Mola TV: Timnas Indonesia U-19 versus Qatar Malam Ini Pukul 20.30 WIB

Lebih lanjut, ia mengutarakan bahwa ini saatnya sepak bola Indonesia berjaya. Ini kesempatan mengulang sejarah manis, melepas dahaga pecinta sepak bola Tanah Air yang sudah sangat haus akan prestasi di level Asia Tenggara.

“Ini momentum untuk mengembalikan lagi kepercayaan (kepada timnas). Sebetulnya sepak bola kita ini tidak tertinggal. Karena orang kan barometer nya timnas nih, timnas jelek ya dianggap sepak bola kita tidak maju. Padahal tidak seperti itu. Sebenarnya tinggal bagaimana menyiapkan timnas bisa maksimal atau tidak. Ini saatnya mulai memetik buah dari kerja keras semua,” Banur melanjutkan.*

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA