#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
INFOGRAFIS
Prediksi Timnas U-22 Myanmar Vs Indonesia
07 December 2019 14:36 WIB
MANILA – Langkah pasukan Garuda Muda mulai terlihat jejaknya. “Jejak emas”, demikianlah jika dapat digambarkan perjuangan Egy Maulana Fikri dan kawan-kawan di SEA Games 2019 ini yang digelar di Manila.

Masih ingat ketika Indra Sjafri mengatakan: “Kami datang ingin meraih emas, medali emas yang belum pernah lagi diraih Indonesia sejak SEA Games 1991”, jelang membawa timnya bertolak ke Filipina.

Di Manila, telah menunggu Vietnam dan Thailand, dua dari tim kuat di Asia yang satu grup dengan timnas Indonesia U-23. Dan, pertempuran di fase grup telah selesai. Pertempuran yang ternyata mengetengahkan Garuda Muda harus mengikuti irama dari peperangan tersebut: festival gol. Ketika Vietnam dan Thailand kerap mengalahkan tim lain dengan skor besar dalam fase grup tersebut, Garuda Muda pun yang cukup mengejutkan, mampu memperlihatkan cara yang sama.


Baca Juga :
- Liga 1 2020 Dua Wilayah? Ini Tanggapan Klub
- Liga TopSkor U-16: Grande Partita di Gunung Sindur

Kekalahan dari Vietnam memang tidak terelakkan. Meski demikian, Indra faktanya tetap optimistis karena nalurinya sebagai pelatih sudah terasah. Laga terakhir, ya, yang mempertemukan Vietnam dan Thailand, menjadi kunci dari sukses Garuda Muda ke fase knockout, yaitu semifinal. Akhirnya, semua keyakinan, strategi, dan energi yang dicurahkan sepanjang fase grup ini pun terbayarkan. Indonesia U-23 lolos ke semifinal dengan rapor produktivitas yang terbilang cukup mengejutkan: Mencetak 17 gol dan hanya
kemasukan dua gol.

Produktivitas tersebut bahkan menyamai sang juara Grup B, Vietnam yang juga menorehkan jumlah yang sama. Bahkan, dalam ukuran selisih gol, Garuda Muda adalah pasukan terbaik: +15, sedangkan Vietnam selisih golnya +13, diikuti Thailand +10, Kamboja +6, dan Myanmar +4. Namun, pertempuran belumlah berakhir. Masih ada dua langkah yang harus dilalui demi merengkuh Medali Emas sepak bola SEA Games.

Langkah pertama adalah menghadapi Myanmar, sang juara Grup A, dalam laga yang akan digelar hari ini di Stadion Rizal Memorial. Indra pun tahu betul bahwa ini pertandingan yang krusial, duel yang akan ditentukan hanya di pertandingan ini dengan knockout. Meski demikian, pria 56 tahun ini tetap tenang dan optimistis. Hingga saat ini, dia memegang teguh keinginannya untuk membawa Indonesia meraih hasil terbaik. “Indonesia,” kata Indra, dalam konferensi pers kemarin, ketika menjawab pertanyaan pers terkait
siapa tim yang paling berpeluang meraih medali emas sepak bola di SEA Games 2019 ini.

Ya, Garuda Muda faktanya memiliki semua syarat menjadi tim terbaik, tim yang meraih medali emas di ajang ini. Selain produktivitas gol atau selisih gol di atas, permainan Garuda Muda semakin bervariasi, meski tetap identitas dari serangan yang diusung Indra dalam setiap laga adalah memanfaatkan semaksimal mungkin kedua sisi lapangan. Dalam hal ini, serangan dari sayap baik itu oleh Saddil Ramdani di kiri dan Egy Maulana di kanan seringkali menjadi teror bagi pertahanan lawan.

Meski demikian, cara tekanan seperti itu pun divariasikan dengan kreativitas dan inisiatif pemainnya yang melakukan tekanan dari tengah. Berbagai gol telah diciptakan Garuda Muda dengan cara yang berbeda. Bahkan, ada momen ketika gol terjadi yang berawal dari tendangan jarak jauh atau umpan lambung bek Garuda Muda kepada Osvaldo Haay ketika menghadapi Singapura yang berakhir dengan kemenangan 2-0.

Inisiatif dan reaksi inilah yang menjadi salah satu kunci sukses dari strategi Indra terhadap timnya. Dengan kecenderungan serangan balik, Indonesia berhasil menjadi tim yang mampu memanfaatkan ruang serta tempo dalam setiap pertandingan. Komposisi lini depan Garuda Muda di SEA Games ini pun tampaknya sudah terbentuk.

Pola 4-3-3 dengan Saddil, Osvaldo, dan Egy di depan. Untuk lini tengah, Indra tampaknya tinggal menyesuaikan dengan karakteristik lawan yang akan dihadapi. Sebagai pelatih, penting untuk menganalisis kekuatan lawan yang akan dihadapi. “Tidak perlu melihat mereka (Myanmar) berlatih, saya kira dengan melihat aksi-aksi mereka dari rekaman video sudah cukup,” kata Indra, tersenyum.

Tetap Waspada
Meski demikian, Indra menegaskan bahwa timnya harus waspada karena Myanmar merupakan tim yang kuat. Pasukan Velizar Popov memperlihatkan sebagai tim dengan karakter yang kuat. Asia Tiger—julukan Myanmar U-23—merupakan tim yang langsung melakukan tekanan sejak menit awal.


Baca Juga :
- Preview Liga TopSkor Transtama U-15: Papan Tengah Memanas
- Dua Pemain Muda Indonesia Direkrut Tim Spanyol

Statistik gol mereka memperlihatkan, khususnya dari menit gol mereka yang tercipta. Dari delapan gol fase grup, tiga gol di antaranya tercipta di bawah menit ke-15. Myanmar pun memiliki mesin gol yang berbahaya: Aung Kaung Mann, yang telah mengukir tiga gol di SEA Games 2019 ini.

Sedangkan lima gol lainnya diciptakan masing-masing satu gol oleh Hlaing Bobo, Htet Phyo Wai, Lwin Moe Aung, Soe Moe Kyaw, dan Win Naing Tun.***

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA