#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Sampdoria Kembali Tampilkan Wajah Lama
07 December 2019 15:54 WIB
GENOA – Claudio Ranieri tidak mau anak buahnya terus meratapi kegagalan di babak keempat Piala Italia. Kamis (5/12) atau Jumat dini hari WIB, mereka kembali jadi bulan-bulanan Cagliari, 1-2.

Setelah menutup buku Piala Italia, I Blucerchiati tinggal fokus kepada Seri A. Minggu nanti, di Stadion Luigi Ferraris, skuat besutan Ranieri akan berhadapan dengan Parma Calcio yang peringkatnya jauh di atas. Sejauh ini, tuan rumah selalu berhasil menggenggam poin dari empat partai kandang terakhir (1 menang, 3 seri).

Perbedaan yang sangat besar antara kedua skuat hendaknya tidak membuat nyali Karol Linetty dan kawan-kawan ciut. “Kami sangat marah dan sekarang harus memusatkan pikiran kepada Parma dan Seri A. Minggu nanti, ada even yang sangat penting, tidak boleh salah. Kami akan bermain di hadapan publik. Sudah semestinya kami menang di kandang, ketika turun ke lapangan seperti ada 12 orang,” tutur kapten sekaligus gelandang Sampdoria itu.


Baca Juga :
- Dalam Siklus Mini, Ronaldo Jadi Bomber Terbaik Eropa
- Serangan Balik Bukan Karakter Utama Inter

Sebenarnya salah satu penyebab kekalahan adalah rotasi. Para pemain yang masih baru sulit menemukan harmonisasi dalam waktu singkat. Kendati demikian, mereka mampu menguasai bola, sering menembak dan melepaskan sepak pojok. Ini adalah pertanda yang bagus. Pelatih tinggal menambah jam terbang mereka.

Namun, untuk duel lawan Parma, akan muncul lagi wajah-wajah lama. Tecnico gaek itu butuh kepastian di lapangan karena situasi tim genting. Mereka belum lepas sepenuhnya dari bayang-bayang degradasi.

Kontribusi dan pengalaman Fabio Quagliarella bisa jadi pembeda. Striker 36 tahun itu telah mencuri enam gol dari I Gialloblu, di mana empat diukir ketika mengenakan kostum Sampdoria. Eks bomber SSC Napoli itu kemungkinan akan ditandemkan lagi dengan Manolo Gabbiadini. “Sekarang tujuan kami adalah Seri A. Dengan adanya seorang pemain seperti Gabbiadini akan ada perbedaan,” ujar Ranieri, yang pernah menukangi Parma periode Februari-Mei 2007 itu.

Gervinho merupakan sosok yang patut diwaspadai oleh tuan rumah. Ketika eks penyerang AS Roma itu berhasil menerobos ke area gawang, maka lawan sulit berkutik. Sebanyak 31 golnya di Seri A, diproduksi dari dalam kotak penalti. Tidak ada pemain yang masih aktif tampil saat ini, mampu menyamai prestasi itu.  Dia akan berdampingan dengan Juraj Kucka dan Dejan Kulusevski.

Parma yang lolos ke perdelapan final Piala Italia dengan menaklukkan Frosinone, 2-1, tampak sangat percaya diri. Setelah satu misi sukses, mereka bergerak ke sasaran berikutnya.

“Pilihan logis dipilih supaya bisa melangkah lebih jauh di Piala Italia. Minggu nanti aka nada pertandingan penting di Seri A dan tidak perlu diragukan bagaimana kami akan menghadapi pertandingan itu,” katanya. “Musim ini, lawan Sassuolo dan Torino, kami baru menciptakan gol di bagian akhir, tapi berhasil meraih poin. Dari aspek determinasi, keinginan membawa pulang hasil adalah perjuangan hingga akhir.”* Dari berbagai sumber 

 

Perkiraan Pemain :


Baca Juga :
- Belotti Menyamai Rekor Franco Ossola
- Lazio Jago PHP

Sampdoria (4-4-2):1 Audero;18 Thorsby, 25 Ferrari, 15 Colley, 29 Murri;11 Ramirez, 6 Ekdal, 7 Linetty, 14 Jankto;23 Gabbiadini, 27 Quagliarella;
Pelatih : Claudio Ranieri
Cadangan : 22 Seculin, 21 Murillo, 26 Léris, 5 Chabot, 4 Vieira, 10 Rigoni, 17 Caprari

Parma (4-3-3):1 Sepe;36 Darmian, 2 Iacoponi, 22 Bruno Alves, 28 Gagliolo;10 Herman, 15 Brugman, 17 Barilla;4 Kulusevski, 33 Kucka, 27 Gervinho;
Pelatih : Roberto D’Aversa
Cadangan : 34 Colombi, 3 Dermaku, 97 Pezzella, 21 Scozzarella, 23 Camara, 93 Sprocati, 11 Cornelius
 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA