#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Jumatan di Manila, Timnas U-22 Tunaikan Kewajiban sebelum Semifinal
06 December 2019 13:15 WIB
MANILA - Sebagai negara yang masih berada dalam satu kawasan Asia Tenggara, Indonesia dan Filipina memang tak jauh beda. Namun, jika menyangkut masalah kepercayaan, Indonesia dan Filipina memiliki perbedaan 180 derajat.

Filipina merupakan negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Kristen. Sebesar 92 persen dari total penduduk negara kepulauan ini menganut Kristen, dengan rincian 81 persen mengikuti ajaran Katolik, dan 11 persen Protestan. Bagaimana dengan masyarakat Muslim? Ya, tidak terlalu besar memang jumlahnya, namun setidaknya sedang berkembang.

Walaupun kecil jumlahnya, Islam merupakan agama terbesar kedua di Filipina dalam jumlah jamaahnya. Pun begitu, masih cukup sulit untuk menemukan masjid di Filipina, terkhusus di daerah ibu kota, yakni Manila. Dan itulah yang saya dan rekan saya, Muhammad Ramdan, rasakan selama sepekan berada di sini.


Baca Juga :
- Plong! Maria Lawalata Dipulangkan dari Penjara, Persoalan Utangnya Berakhir Damai
- Pemanggilan Ryuji Utomo, Evan Dimas, dan Osvaldo Haay ke Timnas adalah Opsi yang Bagus

Sampai datanglah hari Jumat (6/12), di mana kami hendak menjalani ibadah Shalat Jumat. Ini menjadi pertama kalinya saya menemukan masjid dan kembali shalat berjamaah. Masjid tersebut terletak di sebuah pusat perbelanjaan bernama Harisson Mall.

Dan tentu saja, seperti tempat-tempat ibadah di dalam sebuah mall, masjid tersebut kecil dan mungkin hanya bisa menampung jemaat secukupnya. Namun, karena saya, dan beberapa penggawa Timnas Indonesia U-22, serta rekan media dari Tanah Air ikut Shalat Jumat, masjid tersebut akhirnya penuh sesak.

Khusus bagi para pemain timnas U-22, pasti ada tambahan doa agar mereka bisa bermain bagus di semifinal dan lolos ke final. sesuai rencana dan tak mengalami kendala apa-apa. Aamiin. Disamping TopSkor ada Nadeo Argawinata dan Syahrian Abimanyu yang khusyu berdoa usai sholat. Di shaf berbeda tampak Evan Dimas, Saddil Ramdani, dab Witan Sulaiman.

Tidak seperti mushola/masjid di Indonesia, di mana mereka menyediakan tempat untuk wudhu. Di Filipina, tempat untuk melakukan wudhu disediakan seadanya, hanya toilet seperti biasa. Wudhu di atas tempat cuci tangan, jadi, saat hendak membasuh kaki, tentu kita harus mengangkat kaki, atau alternatifnya, menggunakan gayung yang sudah disiapkan oleh pengelola mall.

Pun dengan kondisi seadanya, shalat tentu berjalan dengan khusyuk. Khotib yang berceramah juga tak kalah semangat dengan khotib-khotib di Indonesia. Ya walaupun menggunakan bahasa Tagalog dan kami yang berasal dari Indonesia tak memahami isi ceramah, kami tetap yakin khotib menyampaikan pesan kebaikan.

Tertarik dengan keberadaan masjid ini, Topskor pun menyelediki lebih lanjut mengenai tempat ibadah. Ternyata, masjid tersebut sudah berdiri sejak 19 tahun lalu.

"Saya bersama Komunitas Pedagang Muslim di Mall Harisson ini membangun masjid ini pada tahun 2000," ucap Muhammad Yassin, ketua Komunitas Pedagang Muslim Mall Harisson.

Yassin mengaku bahwa dirinya merupakan Muslim sejak lahir. Dirinya bukan seorang Filipina yang mualaf. Sekarang, dirinya sudah berusia 43 tahun.


Baca Juga :
- Indonesia Perlu Bentuk Gugus Tugas Penyelamatan Olahraga Nasional
- Petarung MMA Wilhelm Ott Ceritakan Prosesnya Masuk Islam kepada Netizen Indonesia

"Sebagai seorang Muslim, dan hidup di Filipina, saya tidak menemukan kesulitan hidup di sini. Saya merasa senang dan betah-betah saja," ucapnya.

Walaupun tidak seperti di Indonesia, di mana adzan saling saut-menyaut, jemaat tetap datang tepat waktu untuk menjalankan ibadah shalat. Karena selalu ada jalan untuk mendekati Tuhan yang maha Esa. ***

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA