#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Persija Dituntut Mulai Merancang Skuat Juara Meski Kompetisi 2019 Belum Rampung
06 December 2019 08:50 WIB
JAKARTA – Penyebab pasang surutnya performa Persija pada musim ini sudah terdeteksi. Disharmonisasi antara pemain dan pelatih, hingga strategi dalam melakukan perekrutan pemain, jadi faktor yang paling memengaruhi. Karenanya, Persija harus sudah merancang tim juara sedini mungkin.

Itu mengapa Persija yang notabene juara bertahan Liga 1, tak ubahnya tim pesakitan. Angin segar baru berhembus setelah Edson Tavares datang. Pelatih asal Brasil dengan cermat menganalisis faktor yang membuat Persija kesulitan bersaing bahkan melawan tim semenjana sebelum dirinya merapat.

“Saya pikir klub ini melakukan banyak kesalahan pada musim ini. Persija banyak melakukan pergantian pemain, terutama di sektor asing, hampir lima pemain. Juga pemain lokal. Semua hasil sekarang ini adalah harga yang harus dibayar dari kinerja pada awal musim,” kata Tavares, kemarin.


Baca Juga :
- Mendobrak Kebiasaan, Guardiola Akan Cabut dari Man City Jika Kondisi Ini Terjadi
- Klasemen La Liga; Barca Nomor Satu Lagi tapi hanya Unggul Tipis Kering daripada Madrid

Pergantian manajemen menjelang kompetisi bergulir, membuat semuanya menjadi kian menyulitkan. Pemain dan pelatih yang sudah dikontrak manajemen sebelumnya, memaksa manajemen baru bekerja keras mencari solusi. Sudah begitu, pemain yang didatangkan terutama asing kualitasnya tidak sesuai ekspektasi.

Pun dengan pemain lokal, Persija kehabisan stok berkualitas. “Mengapa saya menempatkan Ryuji (Utomo) sebagai gelandang? Karena kami memiliki sedikit stok pemain untuk menjadi sebuah tim besar. Seharusnya tiap posisi punya dua pemain dengan kualitas sepadan,” ucap Tavares.

Untuk slot pemain asing, CEO Persija Ferry Paulus memastikan, akan diisi dua pemain musim ini, yaitu Marko Simic dan Rohit Chand Takuri. Sementara nasib Alexander “Xandao” Reame dan Joan Tomas Campasol berada di ujung tanduk. Kualitas dua pemain asing tersebut dinilai tidak begitu istimewa.

Persija juga harus memulai dari sekarang menyeleksi pemain asing untuk posisi bek tengah dan gelandang serang serbabisa. Maksudnya, pemain tersebut tidak hanya bisa bermain di satu posisi di sektor tengah tapi juga bisa bertransformasi sebagai winger ataupun penyerang.

Kebiasaan Persija yang kerap “gengsi” merekrut pemain asing yang sudah bermain di Indonesia, tampaknya perlu ditanggalkan. Contoh Bali United, yang berjaya setelah memboyong eks bek tengah Persija Willian Pacheco dan gelandang kreator yang telah memiliki darah juara seperti Paulo Sergio.

Situasinya saat ini, Macan Kemayoran selayaknya bisa mencium gelagat para ekspatriat yang akan lebih mudah untuk diajak berganti kostum pada musim depan. Seperti rumor yang menyebutkan bahwa Jaimerson Xavier akan meninggalkan Madura United, karena kontraknya memang segera berakhir.


Baca Juga :
- Klasemen Seri A; Juventus Terus Membuat Jarak karena Inter Imbang Lagi
- Klasemen Liga Primer; Liverpool Tak Terbendung, Entah Kapan Kalahnya

Membawa Jaimerson kembali ke ibu kota kiranya bukan pilihan buruk. Semua tahu kualitas penyuka nomor punggung lima tersebut. Untuk gelandang serang, Persija kudu lebih jeli memantau bursa transfer, utamanya pemain-pemain asing yang tahun ini berkompetisi di Malaysia, Thailand, atau Filipina.

Ketua Umum the Jakmania Ferry Indrasjarief, pun meminta manajemen kerja cepat. “Kalau dilihat grafiknya (Edson Tavares) bagus. Tapi bukan berarti ini cukup. Kalau memang mau pakai dia musim depan, ya harus menghormati dia sebagai pelatih. Harus tahu dia mau pemainnya kayak apa,” ujar bung Ferry, sapaannya.*** Furqon Al Fauzi 

loading...

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA