#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Alexander-Arnold dan Robertson Punya Taktik Efektif Sulitkan Lawan
05 December 2019 13:13 WIB
LIVERPOOL - Trent Alexander-Arnold menjelaskan taktik efektif yang diaplikasikannya bersama rekan setimnya di Liverpool FC, Andy Robertson. Kedua bek sayap andalan The Reds itu saling melayangkan umpan silang (crossing) dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Setelah 14 laga Liga Primer 2019/20, The Reds mencatatkan gol tertinggi kedua (32) dan kebobolan terkecil kedua (12).

Dan Alexander-Arnold dan Robertson turut berandil besar dalam hal tersebut. Duet bek sayap Liverpool ini memang telah menjadi salah satu ancaman yang paling berbahaya bagi tim-tim lawan. Fakta itu terlihat jelas ketika kombinasi permainan mereka yang menjadi inspirasi terciptanya gol penyerang Mohamed Salah dalam kemenangan skuat Juergen Klopp 3-1 atas Manchester City FC, pada November lalu.

Dan gol Salah tersebut, yang menggandakan keunggulan Liverpool, membuat The Citizens semakin tertinggal dari pasukan Juergen Klopp. Ini adalah contoh klasik tentang bagaimana sepasang bek sayap The Reds tersebut mampu menggabungkan keahlian mereka dalam membantu serangan tim untuk menghasilkan efek yang menghancurkan bagi para rival.


Baca Juga :
- "Saya Menelepon Istri, tapi Tidak Bisa Berhenti Menangis." Juergen Klopp Ungkap Momen Saat Liverpool Memastikan Gelar Liga Primer
- Deal! Liverpool Datangkan Bek Kiri dari Yunani, Tinggal Tes Medis, Harga Sudah Oke

Alexander-Arnold, di sisi kanan, mengayunkan bola dengan kaki kirinya untuk melintasi lebar lapangan ke arah Robertson di sayap kiri. Dan, kemudian, Robbo, sapaan Robertson, yang berkebangsaan Skotlandia itu mengontrol bola di kakinya sebelum melepaskan umpan silang yang sempurna kepada Salah di tiang jauh penjaga gawang Man. City, Ederson Moraes.

Yang menarik, kombinasi brilian Alexander-Arnold dan Robertoson lalu dibandingkan dengan gol Liverpool yang sama dalam kemenangan 7-0 atas Tottenham Hotspur FC pada akhir 1970-an. Kala itu, kemenangan ditentukan pergerakan dari sayap ke sayap lewat David Johnson dan Steve Heighway sebelum sundulan Terry McDermott meluncur ke dalam gawang Spurs.

Alexander-Arnold mengatakan bahwa sebagai pemain bertahan, ia dan Robertson sangat paham betapa sulitnya bagi pemain lawan ketika mereka mengalihkan bola dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. “Alasan saya dan Robbo saling mengarahkan bola melintasi lapangan tak lain karena sebagai bek sayap Anda mengerti bagaimana rasanya ketika tim mengarahkan bola dengan begitu cepat kepada Anda,” ujarnya.

Alexander-Arnold melanjutkan penjelasannya. “Harus bergeser terlalu melelahkan. Ada begitu banyak aksi lari yang terlibat, tambahan 30 atau 40 meter untuk mencoba dan menutupnya. Itu menciptakan ruang. Itulah idenya,” kata pemain 21 tahun itu.


Baca Juga :
- Setelah Juventus, Kutukan Liga Champions Bisa Mengarah ke Barcelona
- Mereka Sudah Lancang Membandingkannya dengan Van Dijk! Dua Kali Blunder lawan Man City, Varane Di-bully Fan Liverpool

Musim lalu, Alexander-Arnold dan Robertson membuat 23 assist di antara mereka di Liga Primer, menyumbang sepertiga dari semua gol Liverpool. Raihan 12 assist Alexander-Arnold membuatnya jadi pengumpan terbaik ketiga di Liga Primer 2018/19, di belakang Eden Hazard (Chelsea FC – 15 assist) dan Ryan Fraser (AFC Bournemouth – 14 assist), sementara Robertson hanya terpaut satu di belakang rekan setimnya itu.*NURUL IKA HIDAYATI

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA