#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Los Maduraticos Tak Mau Malu Diri
05 December 2019 00:25 WIB
BANGKALAN - Pergantian pelatih kepala Madura United dari Dejan Antonic ke tangan Rasiman per tanggal  21 Agustus 2019 lalu justru tak membuat performa tim yang dijuluki Los Maduraticos itu membaik. Target awal manajemen dengan kualitas tim dan pemain-pemain bak 'FC Hollywood' untuk merengkuh juara Liga 1 2019 pun praktis gagal total. Setelah Bali United pada laga pekan ke-30 sukses mengunci gelar juara musim ini.

Statistik menunjukkan justru Madura United bersama Dejan Antonic dalam 14 pekan laga lebih bagus. Kala itu tim berada di urutan keempat dengan enam kali menang, seri lima kali, dan tiga kali kalah dengan memasukkan 25 gol dan kemasukan 13.

Bandingkan dengan 16 laga di bawah pelatih Rasiman, sama-sama menghuni peringkat keempat, meraih enam kemenangan, seri tiga kali, dan tujuh kali kalah. Madura United hanya memasukkan 21 gol dan kebobolan lebih banyak, yakni 24 gol.


Baca Juga :
- Kemenpora Yakin PSSI Sedang Cari Waktu yang Pas untuk Ungkapkan Kondisi Timnas, Termasuk Isu Reaktif Covid-19
- Klub-klub Liga 1 Ungkapkan Keprihatinan dan Doa terhadap Tragedi Ledakan di Lebanon

“Ada empat pertandingan sisa Madura United di Liga 1 2019, semua di luar kandang, terdekat menghadapi tuan rumah Kalteng Putra di Palangka Raya. Tidak ringan, tetapi kami semua bertekad bangkit di semua laga sisa. Tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola. Saatnya kami harus bangun dan bangkit, sekaligus memburu ke posisi akhir runner-up. Kami tak ingin mempermalukan diri sendiri lagi, semua harus lebih kerja keras lagi,” ujar pelatih Madura United, Rasiman.

Sempat memuncaki klasemen pada pekan kelima, namun digusur Bali United pada pekan keenam. Tim ini kembali melorot ke peringkat ketiga digeser Persipura pada pekan ke-17. Puncaknya pada laga pekan ke-28 Borneo FC menggeser mereka ke urutan keempat.

Kini, masih ada empat pertandingan sisa Madura United. Asa mereka untuk bisa finis di posisi runner-up kompetisi masih terbuka lebar. Meski relatif berat dengan performa tim yang cenderung menurun.

Apalagi empat laga terakhir semuanya tandang, harus mampu mereka sapu bersih. Menghadapi Kalteng Putra di Palangka Raya (6/12), dijamu Persija Jakarta (13/12), melawat ke kandang PSIS (17/12), dan bertandang ke markas tim juara Bali United (22/12).

“Permainan anak-anak sebenarnya relatif bagus, mereka selalu unggul dalam penguasaan bola, tapi kurang tenang dan sabar dalam finishing touch. Begitu juga koordinasi lini belakang masih kerap lengah, sehingga kecolongan gol-gol yang tidak perlu terjadi. Dua hal ini menjadi fokus evaluasi saya, agar lebih baik dan bisa bangkit dari keterpurukan. Lawan Kalteng Putra menjadi harus bangkit dan akhiri tren negatif,” kata Rasiman.

Dalam lima laga terakhir setelah pada pekan ke-25 mampu menundukkan Tira Persikabo 1-0 tim Laskar Sapeh Kerrap terjun bebas lima kali menelan pil pahit atau kekalahkan. Rasiman dan para pemainnya seakan lupa bagaimana cara mencetak gol dan cara memenangi pertandingan.

Berturut-turut Gregory Nwokolo Junior dan kawan-kawan dipermak Persipura, Arema, dan tersungkur 1-2 menghadapi tamunya Bhayangkara FC. Kemudian timLaskar Sapeh Kerrap harus gigit jari dipukul telak Perseru Badak Lampung 0-3 di Bandar Lampung dan lagi-lagi dibuat tak berkutik di kandang sendiri oleh Persebaya mempermalukan Sabtu (2/12) lalu.*NOVAL LUTHFIANTO


Baca Juga :
- Soal TC ke Korsel, Ketua Umum PSSI Ungkit Perlakuan Khusus ke Shin Tae-yong
- Asprov PSSI Digerakan untuk Membuat Sepak Bola Putri di Tanah Air Berdenyut Kembali

 

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA