#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Posisi Pelatih Man. United Kian Terpojok
03 December 2019 14:00 WIB
MANCHESTER - Ole Gunnar Solskjaer semakin terpojok. Posisinya sebagai pelatih Manchester United FC (MU) kian terancam menyusul hasil imbang di kandang, 2-2, melawan Aston Villa pada laga pekan ke-14 Liga Primer di Old Trafford, Minggu (1/12) lalu.

Hasil imbang di kandang tersebut menjadi pertandingan ketiga MU tidak mampu menang dalam sepekan terakhir di semua ajang. Setelah ditahan Sheffield United (3-3) pada Minggu (24/11) pekan lalu, empat hari kemudian Setan Merah takluk di kandang FC Astana (1-2) di fase grup Liga Europa.

Hasil melawan The Villans sekaligus membuat MU kini gagal memenangi 10 dari 14 pertandingan Liga Primer yang sudah dijalani musim ini. Akibatnya, The Reds Devils hanya berada di peringkat kesembilan dengan 18 poin. Inilah jumlah poin terburuk MU di ajang liga dalam 31 tahun terakhir.


Baca Juga :
- Kiper MU Kecelakaan, Lamborghini Seharga Rp 3,1 Miliar Ringsek
- MU Kehilangan Rashford 3 Bulan, Solskjaer Uring-uringan

“Pada fase ini, posisi (MU) di klasemen Liga Primer tidak mengkhawatirkan karena persaingan poin sangat ketat,” tutur Solskjaer setelah ditahan Villa.

Pernyataan pelatih asal Norwegia itu terbilang aneh karena faktanya MU terpaut hingga 22 poin dari Liverpool FC di puncak klasemen. Mereka pun delapan poin di bawah batas akhir zona Liga Champions (peringkat keempat Liga Primer) yang diisi Chelsea FC. Yang mencengangkan, Setan Merah hanya enam poin di atas zona degradasi.    

“Saya tinggal memastikan kami harus mampu menunjukkan performa dan hasil memuaskan dalam tiga atau empat pertandingan ke depan,” ucap Solskjaer.

Solskjaer boleh saja optimistis. Namun, dua laga ke depan akan sangat berat bagi Setan Merah. Pada Rabu (4/12), mereka akan menjamu Tottenham Hotspur FC dan Sabtu (7/12) mengunjungi kandang Manchester City FC, juara Liga Primer dua musim terakhir.

Spurs dalam kondisi bagus setelah Jose Mourinho menggantikan Mauricio Pochettino sebagai pelatih, 19 November lalu. Dengan tiga laga awal semua ajang yang mampu dimenangi, Mourinho pasti ingin membuktikan MU telah salah memecatnya pada Desember lalu.

City juga sedang terpuruk setelah hanya sekali menang (tiga seri, satu kalah) dalam lima laga terakhir semua ajang (Liga Primer dan Liga Champions) sepanjang November. Namun, dari tujuh pertandingan kandang Liga Primer musim ini, skuat pelatih Josep Guardiola mampu lima kali menang dan hanya sekali kalah.

Dua pertandingan ini diyakini akan menentukan karier kepelatihan Solskjaer di Old Trafford. Manajemen MU diprediksi tidak akan mau menoleransi jika MU kalah beruntun dalam dua pertandingan tersebut.  

Untuk menghadapi situasi seperti itu, Solskjaer harus segera membenahi timnya. Saat melawan Villa, ada beberapa poin yang harus dicermati Solskjaer. Pertama, para gelandang yang tidak kreatif.

Tanpa Scott McTominay dan Paul Pogba yang masih pemulihan dari cedera, MU kembali terlihat kesulitan. Andreas Pereira dan Fred tidak akan kehilangan posisi starter jika salah satu atau Tominay dan Pogba sekaligus dimainkan. Namun, tanpa kedua pemain tersebut, baik Pereira maupun Fred tidak bisa maksimal di tengah. Kabar terakhir menyebut, Tominay dan Pogba sudah bisa dimainkan untuk melawan Spurs.  


Baca Juga :
- Taklukkan Setan Merah, Begini Kata Jurgen Klopp
- Liverpool di Ambang Juara, 22 Pertandingan Tak Terkalahkan

Faktor kedua, Solskjaer terbilang sangat jarang mengubah taktik. Saat ditahan Sheffield United, pekan lalu, Solskjaer tidak melakukan pergantian pemain hingga menit ke-70. Hal itu ia ulangi saat melawan Villa. Meskipun harus mencari pemain yang mampu membuat perbedaan, Solskjaer tidak mengganti pemain hingga menit ke-74. Padahal, saat itu di cadangan MU masih ada pemain sekelas Jesse Lingard, Ashley Young, Mason Greenwood, Luke Shaw, dan Axel Tuanzebe.***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA