#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Petinju Korban Wilder Ini Turunkan Bobot agar Bisa Cari Peruntungan di Kelas Penjelajah
29 November 2019 20:14 WIB
WARSAWA – Sejak lama, kelas berat jadi divisi paling bergengsi di arena tinju profesional dunia. Persaingan di kelas itu luar biasa berat dan ketat. Mereka yang jadi juara dunia tak bakal nyaman menjalani hari-hari lantaran tantangan dari segala arah tak pernah berhenti. Bagi mereka yang sedang meniti karier, siap-siap hadapi kenyataan pahit.

Salah satunya adalah petinju asal Polandia bernama Artur Szpilka yang tampaknya menyerah menjalani karier di kelas berat. Bukan berarti dia tak punya kemampuan tapi karena kesempatan yang pernah didapat gagal dikonversi jadi kesuksesan. Tak lain saat Szpilka bertarung lawan Deontay Wilder pada 16 Januari 2016.

Di pertarungan itu, Szpilka di-TKO Wilder di ronde kesembilan. Setelah itu, kariernya kian berat. Namun, Spzilka tak putus asa. Dalam akun media sosialnya, dia mengumumkan untuk turun divisi ke kelas penjelajah. Itu kelas yang persis di bawah kelas berat dengan berat maksimal 90,72 kilogram.


Baca Juga :
- Bangga! Kostum Terbaru Inter Ternyata Buatan Tanah Air, Harganya Segini
- Rakitic Selamatkan Barca! Asa Juara Terjaga meski Berat karena Busquets Akan Absen

Artinya, Szpilka harus punya bobot tak lebih dari 90,72 kilorgram. Sedangkan di kelas berat bobot jauh di atas itu. Tak dijelaskan berapa bobotnya sebelum susut tapi biasanya di kisaran di atas 95 kilogram. Wilder sendiri saat melawan Luis Ortiz berada di bobot 99 kilogram. Ini jadi langkah strategis Szpilka untuk kariernya.

Soalnya, kelas penjelajah dianggap sebagai kelas yang paling longgar persaingannya. Apalagi, juara sejatinya yaitu Oleksandr Usyk telah naik ke kelas berat. Empat sabuk juara dunia di kelas ini bisa diperebutkan oleh petinju lain yang tidak banyak pula jumlahnya. Dan, Szpilka melihat ini peluangnya punya salah satu dari sabuk itu.*

BERITA TERKAIT

D
BarC4!
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA