#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Persaingan Papan Bawah Memanas, SOS Meminta Satgas Antimafia Bola Ikut Memantau
29 November 2019 14:10 WIB
JAKARTA – Jelang berakhirnya kompetisi Liga 1 2019, persaingan ketat terjadi di papan bawah. Jika di papan atas ada Bali United tampaknya menjadi kandidat tunggal peraih mahkota juara, di bawah setidaknya lima tim bakal saling sikut untuk menjauh dari jeratan degradasi.

Hingga pekan ke-29 Semen Padang FC, Kalteng Putra, Perseru Badak Lampung FC, Barito Putera, dan Persela Lamongan masih dalam bayang-bayang hantu turun kasta. Semen Padang berada di dasar klasemen dengan 28 poin, lalu peringkat ke-17 dan 16 ada Kalteng Putra dan Badak Lampung dengan 29 dan 30 poin.

Dua tim berikutnya adalah Persela Lamongan dan Barito Putera dengan nilai 31 dan 34. Secara matematis sebenarnya tim papan atas PSM Makassar pun belum aman dari zona degradasi meski sudah mengoleksi 42 poin. Ini lantaran poin maksimal tim juru kunci Semen Padang adalah 43.


Baca Juga :
- Timnya Masih Belum Berlatih, Pelatih Persis Solo Intip Kompetitor lewat Medsos
- Sekali Uji Coba, Djadjang Nurdjaman Langsung Temukan Kerangka Tim Barito Putera

Tapi, peluang terbesar terdegradasi musim depan memang ada pada lima tim terbawah. Sesuai regulasi, pada pengujung kompetisi nanti, tiga tim terbawah harus turun ke kasta Liga 2 2020. Tiga tim promosi yakni Persik Kediri, Persita Tangerang, dan Persiraja Banda Aceh sudah bersiap menggantikan

Mantan pemain timnas Indonesia yang sukses mendulang emas SEA Games 1991, Kas Hartadi mengakui jelang kompetisi usai, persaingan seru justru terlihat di papan bawah, bukan di atas. “Di fase genting seperti ini, laga kandang njadi salah satu kunci penting,” kata Kas yang juga pelatih klub Liga 2, Sriwijaya FC, Kamis (28/11).

“Siapa yang bisa memaksimalkan laga kandang tentu peluang besar untuk bertahan dan terhindar dari degradasi,” ia menambahkan. Disinggung prediksinya tentang tim yang bakal terdegradasi, Kas menunjuk Semen Padang, Kalteng Putra, dan Persela Lamongan.

Menurut pelatih yang mengantarkan Kalteng Putra promosi ke Liga 1 2019 itu, Semen Padang tampaknya bakal sangat sulit untuk keluar dari jeratan degradasi. Dari lima laga tersisa, memang ada dua laha kandang. Namun lawan yang dihadapi adalah tim papan atas yakni Bali United dan Borneo FC.  

Sedangkan Kalteng Putra, walau masih memiliki tiga laga kandang lagi, lawan yang dihadapi adalah tiga tim kuat. Yakni Madura United, Persipura, dan Persija. Sementara untuik Persela, dikatakan Kas makin berat dengan hukuman tanpa penonton hingga kompetisi usai nanti. “Namun memang semua kemungkinan masih bisa terjadi. Ini yang menarik ditunggu," kata dia lagi.

Sementara itu, pengamat sepak bola dan koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali mengatakan persaingan papan bawah saat ini menjadikan kompetisi ketat. Namun kemudian, ia berharap semua pihak lebih waspada terhadap kemungkinan di luar sisi teknis.


Baca Juga :
- Rizky Pora Tantang Pemain Muda Barito Putera Buktikan Kualitas di Liga 1
- Kulonuwun, Manajemen Barito Putera Temui Manajemen PSS Sleman

“Bukan menuduh, namun laga-laga dengan skor akhir di luar nalar tentu membuat masyarakat bertanya-tanya. Saran saya, biarkan Satgas Antimafia Bola meminta atau memeriksa laga-laga yang terbilang janggal. Ini untuk antisipasi pertandingan dengan pengaturan skor,” kata Akmal.

Jangan sampai, Akmal menambahkan, kompetisi ketat ini jadi fatamorgana yang merusak mental tanding pemain saat di timnas. Jangan sampai juga, kata dia, adanya negosiasi siapa-siapa yang akan terdegradasi.  “Jangan sampai ada pemikiran publik kompetisi ini sudah ada kepastian juara siapa, degradasi siapa,” Akmal menambahkan.*Sri Nugroho

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA