#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Taktik Menyakitkan Mourinho Berbuah Manis
28 November 2019 13:20 WIB
LONDON – Jose Mourinho melanjutkan start positif sebagai pelatih Tottenham Hotspur. Usai menekuk tuan rumah West Ham United 3-2 di Liga Primer akhir pekan lalu, pelatih asal Portugal ini membawa Spurs meraih kemenangan 4-2 atas Olympiacos FC pada matchday 5 Grup B Liga Champions di Tottenham Hotspur Stadium, Selasa (26/11).

Tapi, sukses tersebut tidak diraih dengan mudah. Strategi awal Mourinho bahkan tidak berjalan sesuai rencana. Tottenham langsung kebobolan dua gol dalam 19 menit pertama oleh aksi Youssef El-Arabi dan Ruben Semedo.

Situasi ini memaksa Mourinho mengubah taktik secepatnya. Dia menarik keluar gelandang bertahan Eric Dier di menit ke-29 dan memasukkan gelandang serang Christian Eriksen sebagai gantinya. Keputusan ini membuahkan hasil.


Baca Juga :
- Pochettino Isyaratkan Kembali, tapi Hanya ke Klub Liga Inggris atau Spanyol
- Eriksen Setujui Kesepakatan dengan Inter, Tottenham Minta

Tottenham berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol Dele Alli di akhir babak pertama. Mereka kemudian mencetak tiga gol lagi di babak kedua untuk membalikkan keadaan. Hasil ini memastikan Spurs lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up Grup B dengan 10 poin.

“Momen tersulit buat saya dalam pertandingan ini bukan saat Olympiacos mencetak gol-gol mereka melainkan saat saya melakukan perubahan di babak pertama,” kata Mourinho. “Keputusan itu tidak hanya menyakiti pemain, tapi juga diri saya sendiri. Dia (Dier) pemain cerdas yang mengerti soal tim. Ini bukan tentang performanya, ini tentang kebutuhan tim.”

Mourinho menambahkan dirinya merasa satu gelandang sudah cukup. Menurutnya, Tottenham butuh tambahan pemain kreatif yang bisa memainkan segitiga terbuka bersama Alli, bukan segitiga tertutup bersama Dier dan Harry Winks. “Saya meminta maaf kepada dia (Dier) meski dia tahu saya melakukan itu untuk tim. Christian memberikan apa yang kami butuhkan," ujar Mourinho.

Kemenangan Tottenham bukan saja berkat perubahan taktik yang dilakukan Mourinho, tapi juga kejelian seorang anak gawang. Memasuki menit ke-50, saat masih tertinggal 1-2, Spurs mendapatkan lemparan ke gawang di kanan pertahanan Olympiacos. Sang anak gawang bereaksi cepat dengan memberikan bola kepada Serge Aurier.

Bek kanan itu lalu melakukan lemparan ke dalam kepada Lucas Moura yang diteruskan dengan umpan silang kepada Harry Kane dan dikonversi jadi gol untuk membuat skor imbang 2-2. Mourinho pun berterima kasih kepada anak gawang tersebut dengan menyalami dan memeluknya.

“Saya suka anak gawang yang cerdas. Saya sendiri pernah jadi anak gawang yang cerdas," ujar Mourinho. “Dan, bocah ini pintar. Dia bisa membaca permainan dan membuat ‘assist’ yang penting. Dia berada di sana bukan hanya untuk jadi penonton. Saya ingin mengundangnya ke ruang ganti, tapi dia menghilang.”*RIJAL ALFURQON


Baca Juga :
- Eriksen Semakin Dekat ke Inter, Kesepakatan Pribadi Sudah Oke
- Mourinho Khawatir Harry Kane Bisa Ditinggal Timnas Inggris di Euro 2020

 

 

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA