#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Cavani Pasrah sedangkan Neymar Bakal Terus Berulah
28 November 2019 14:58 WIB
MADRID – Kiprah Edinson Cavani bersama Paris Saint Germain (PSG) segera berakhir. Kontrak striker asal Uruguay ini dengan Les Parisiens akan habis pada 30 Juni 2020. Dan, sangat kecil kemungkinan kontrak itu akan diperpanjang karena El Matador telah kehilangan status sebagai starter musim ini.

  Cavani sempat jadi starter pada perebutan Piala Super Prancis lawan Stade Rennes 3 Agustus lalu dalam ketiga laga pertama PSG di Ligue 1 musim ini. Tapi, setelah mengalami cedera lawan Toulouse FC pada 25 Agustus, dia jadi sosok yang terlupakan. Padahal, striker 32 tahun ini telah pulih dari cedera sejak Oktober lalu.


Baca Juga :
- Siaran Langsung SCTV, Kamis (13/8) Pukul 02.00 WIB: Liga Champions, Atalanta vs Paris Saint Germain
- INFOGRAFIS: Beda Value antara Atalanta dan PSG, tapi Siapa yang Menang?

Cavani sempat tampil sebagai pemain pengganti dalam 12 menit terakhir saat PSG menang 2-0 atas Lille OSC di Ligue 1 akhir pekan. Tapi, dia hanya menghabiskan waktu di bangku cadangan ketika Les Parisiens menahan Real Madrid pada matchday 5 Grup A Liga Champions di Santiago Bernabeu, Selasa (26/11).

Ini bakal jadi akhir yang sangat ironis bagi karier Cavani di PSG. Maklum, dia pernah jadi pemain tidak tergantikan dan memegang rekor top scorer Les Parisiens sepanjang masa dengan 195 gol dalam 288 laga di seluruh kompetisi sejak 2013.

Cavani juga telah meraih banyak gelar bersama PSG termasuk lima gelar Ligue 1, empat Piala Prancis, tujuh Piala Super Prancis, dan lima Piala Liga Prancis. Tapi, dia belum pernah mencicipi gelar Liga Champions. Fakta ini sesuai dengan prediksi sang ayah, Luis Cavani. 

“Dia selalu menyebut saya sosok negatif. Saya pernah bilang kepadanya bahwa dia akan meraih semua gelar di Prancis, tapi tak akan pernah memenangi Liga Champions,” katanya. “Dalam sepak bola, kita tidak bisa menang hanya dengan menghabiskan banyak uang.”

Luis Cavani bahkan terkesan mengolok-olok putranya dengan membeberkan rahasia yang tidak diketahui publik sebelumnya. “Jika kita ke rumahnya, ada sebuah meja untuk barbeku dan di situ tertulis, ‘Paris-Saint Germain, juara Eropa 2019.’ Saya tertawa terbahak-bahak. Saya lalu menulis di bawahnya, ‘Ha ha ha ha.' Saya pikir dia tidak tahu tulisan itu, tapi satu hari nanti dia harus menghapusnya,” kata Luis menambahkan.

Seperti Cavani, masa depan Neymar Junior di Paris Saint Germain juga dipertanyakan. Winger Brasil ini telah pulih dari cedera hamstring yang sempat memaksanya absen dalam enam laga musim ini. Dia telah kembali merumput saat Les Parisiens menjamu Lille akhir pekan lalu dan tampil sebagai pemain pengganti lawan Madrid.  

Ini penampilan pertama Neymar di Liga Champions setelah absen selama hampir setahun, tepatnya 350 hari. Aksi terakhirnya di kompetisi ini adalah saat PSG mengalahkan Red Star Beograd dalam laga terakhir fase grup musim lalu pada 11 Desember  2018. Dia bahkan mencetak satu gol dan satu assist dalam laga itu.

Keputusan pelatih Thomas Tuchel mendudukkan Neymar di bangku cadangan lawan Madrid dan baru memainkannya di babak kedua, cukup mengejutkan. Pasalnya, selama ini pemain 27 tahun tersebut selalu dijamin jadi starter. Kini, dia terkesan tidak lagi menjadi pemain yang tidak tersentuh di PSG.

Ini sesuai dengan janji Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, beberapa bulan lalu yang menegaskan akan memperlakukan Neymar seperti para pemain lainnya. Tapi, Neymar yang telah terbiasa mendapatkan perlakuan istimewa dipastikan tidak suka dengan situasi ini. Terbukti, dia menolak berbicara kepada media di mixed zone.

 Situasi ini bakal memperbesar keinginan Neymar untuk hengkang dari PSG. Dia sempat mengupayakan itu sepanjang musim panas lalu dengan target kembali ke FC Barcelona. Tapi, upaya itu tidak membuahkan hasil. Musim panas nanti, Neymar akan mengulang kembali upaya untuk pergi dari Parc Des Princes. Dia bahkan dikabarkan siap merogoh kocek sendiri untuk mewujudkan itu.

Situasi yang dialami Edinson Cavani dan Neymar di PSG sangat disayangkan. Sebab, keduanya bisa membentuk barisan penyerang yang sangat dahsyat di lini depan Les Parisiens bersama tiga pemain lainnya, Kylian Mbappe, Mauro Icardi, dan Angel Di Maria. Potensi besar itu bahkan telah terlihat musim ini.

Mbappe, Neymar, Di Maria, Icardi, dan Cavani telah membukukan 34 dari 42 gol PSG di seluruh kompetisi musim ini atau 80,96 persen. Mbappe dan Icardi adalah yang tersubur masing-masing dengan 10 gol diikuti Di Maria (9 gol) dan Neymar (4 gol). Di pihak lain, Cavani baru menyumbangkan dua gol.


Baca Juga :
- Resmi Pindah ke Dortmund, Mantan Bek PSG Ini Kritik Neymar dan Kawan-kawan yang Hobi Pesta dan Suka Pamer
- Pekan Ini, Bek 22 Tahun yang Tampil Mengesankan di Ligue 1 Itu Akan Memilih Manchester United atau Arsenal

Di antara kelima pemain itu, Di Maria punya peran paling besar. Winger asal Argentina yang terbanyak dimainkan, 20 kali, dan dia juga telah menyumbangkan sembilan assist. Mbappe berada di urutan kedua dengan 13 kali bermain dan empat assist.*Rijal Alfurqon

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA