#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Buat Barito, Kuncinya di Persib
22 November 2019 13:29 WIB
BANDUNG - Di tangan Djadjang Nurdjaman, wajah Barito Putera berubah drastis. Dari tim yang selalu jadi sasaran tembak rival, jadi laskar tangguh. Tidak mudah dikalahkan dan pintar membuat rival bertekuk lutut. Barito bertransformasi dan mampu menyihir pesaingnya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Itu dibuktikan dengan prestasi terkini. Berangkat dari zona degradasi, Djanur, sapaannya, sukses menggendong Laskar Antasari naik dua tangga di atas zona degradasi. Tangan dinginnya mampu membangkitkan sendi prestasi anak-anak Banjarmasin jadi mesin tempur yang cukup kompetitif.

"Untuk sementara kami memang berada di luar zona degradasi. Itu berkat perjuangan pemain yang ingin mempertahankan eksistensi klub di kompetisi Liga 1. Tapi, bukan berarti posisi Barito sudah benar-benar aman. Saling kudeta di papan bawah tidak pernah berhenti,” kata Djanur.


Baca Juga :
- Warjok: Agen Agung, Timnya Pernah Mengalahkan Tim Gabungan Persija-Persib
- Hangatnya Matahari dan Sikap Masyarakat Membuat Marc Klok Jatuh Cinta kepada Indonesia

Untuk berada di zona nyaman, lima tim terbawah, harus bisa berlari kencang. Opsinya dengan mengalahkan rivalnya. Atau sedikitnya bisa bermain imbang saat menjalani laga tandang. Melenceng dari skenario tersebut, zona degradasi kembali menjaringnya.

“Itu yang kami hindari. Sebisa mungkin jangan melorot lagi. Agak berat untuk bangkit lagi. Sebaliknya  harus bisa memepet tim yang berada di atas kami. Kalau itu terjadi, posisi tim bakal aman,” mantan pelatih Persib dan Persebaya itu menceritakan.

Cuma masalahnya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan keras. Konsistensi prestasi dan keberuntungan pun, harus bisa dirangkum. Karena orkestra sepak bola tidak melulu bicara teknik permainan. Non teknik dan atmosfer pertandingan kerap jadi penentu.

Terlebih, tim papan bawah pun, belakangan, tampil impresif. PSIS Semarang yang berada satu setrip di atas Barito pada laga terakhirnya sukses memetik angka penuh. Dan kemarin Persela Lamongan, tim di bawah Barito, sukses melumpuhkan Perseru Badak Lampung. Kemenangan kedua tim tersebut jelas menekan posisi Laskar Antasari.

“Buat Barito, kuncinya di Persib. Jika Barito bisa ngalahin Persib di depan ribuan bobotohnya, kami bisa kembali menjauh dan untuk sementara cukup nyaman dari tekanan pesaing di zona merah. Makanya, mengalahkan Persib masuk skenario kami," kata pria kelahiran Majalengka, 30 Maret 1959 kepada TopSkor.


Baca Juga :
- Peduli Pembinaan Usia Muda, Borneo FC Salurkan Bantuan Bola
- Persiapan Saddil Ramdani Jelang Lanjut Liga 1: Kurusin Badan, Tingkatkan Massa Otot

Djanur optimistis skuatnya bisa berbicara di Stadion Si Jalak Harupat , saat meladeni Maung Bandung, Minggu (24/11) mendatang. Bukan semata dia tahu kapasitas mayoritas pemain Persib dan sejarah manis yang memihaknya. Tapi ambisi besar Laskar Antasari untuk tidak kehilangan angka dalam lanjutan kompetisi Liga 1.

“Sejak Persib melejit, tidak ada tim yang lolos dari kekalahan. Semua takluk dan gagal mengais angka. Tapi Barito tidak mau jadi korban berikutnya. Kami ingin tampil menghibur dan pulang membawa hasil. Semoga geliat tim papan bawah yang belakangan terjadi, bisa menular ke Barito untuk bisa meraih poin di hadapan Persib," ucap Djanur.*DANI WIHARA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA