#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Persela Berjuang Selamat dari Degradasi, Fan KLub Malah Berulah Tak Terpuji
21 November 2019 11:43 WIB
LAMONGAN – Pertandingan antara tuan rumah Persela melawan Perseru Badak Lampung FC (PBLFC), di Stadion Surajaya, Lamongan, diwarnai kericuhan, Rabu (20/11). Tepatnya pada menit ke-81, wasit terpaksa menghentikan laga akibat masuknya oknum suporter Persela ke dalam lapangan pertandingan.

Beruntung, pertandingan ini akhirnya dapat dilanjutkan, setelah sempat terhenti sekitar satu jam. Saat pertandingan dihentikan, skor masih sama kuat 0-0. Namun, pada pengujung pertandingan, tepatnya pada menit ke-90 plus empat, Muhammad Zaenuri berhasil memperdaya kiper PBLFC, Daryono.

Kericuhan yang diciptakan suporter ini, diduga karena performa buruk skuat Laskar Joko Tingkir, julukan Persela, selama Liga 1 2019. Ditambah lagi, Persela selalu kesulitan mencetak gol dalam laga kandang. Tanda-tanda akan adanya kericuhan mulai terlihat pada Pada menit ke-70.


Baca Juga :
- Cari Pengalaman! Milan Pinjamkan Striker Alumni Akademi ke Klub Seri B, Ujian Terakhir
- Barca Mau Pinjam Bek Kanan Timnas Inggris U-21 tapi Ditolak Klub Pemilik, Cari yang Lain Saja

Itu setelah striker Alex dos Santos dalam saat mengeksekusi penalti. Tendangan striker yang sudah mengoleksi 16 gol itu dengan mudah dimentahkan Daryono. Kejadian ini membuat emosi suporter tuan rumah mendidih. Yel-yel bernuansa cacian dihambutkan yang akhirnya berujung marahnya suporter.

Awalnya, LA Mania, sebutan fan Persela, hanya mengamuk dan melakukan aksi bakar-bakar di triibune. Namun, setelah 10 menit aksi tersebut, pengamanan di stadion jebol. Tak pelak, suporter pun berhamburuan masuk ke lapangan. Beruntungnya, tak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.

Terlepas dari itu, tambahan tiga poin dari laga ini membuat Persela untuk sementara lolos dari zona degradasi, yakni bertengger di peringkat 15 dengan 28 poin. “Sekarang, untuk sementara kami sudah terhindar dari zona degradasi. Kami harus terus pertahankan posisi ini,” kata Nilmaizar, pelatih Persela.

Sedangkan pelatih PBLFC Milan Petrovic, berang. Menurutnya, jika pertandingan berjalan normal tanpa adanya kericuhan, kekalahan tak akan tercipta. Petrovic tegas mengatakan kecewa dengan pelaksana pertandingan di Lamongan. “Ini tidak fair. Tadi (kemarin) bukan olahraga, tapi seperti perang,” ia mengecam.


Baca Juga :
- Gawat! Aguero Dua Bulan Lagi Pulihnya, Untung Guardiola Masih Punya Gabriel Jesus
- Diogo Jota Merapat ke Liverpool, Ini Empat Alasan Logis Jurgen Klopp untuk Manajemen

Pria asal Slovenia itu menambahkan, seharusnya pertandingan bisa diakhir begitu terjadi kericuhan. Apalagi, laga tersebut sudah berlangsung 81 menit. Baginya, melanjutkan pertandingan, hanya membuat timnya tertekan. “Ini keputusan yang kontroversi selama satu jam. Itu pencurian,” ucapnya.

Dengan kejadian ini, Persela kemungkinan besar akan mendapat sanksi berat dari Komisi Disiplin PSSI. Bahkan, bukan tak mungkin disanksi menggelar laga tanpa penonton atau laga usiran, plus denda ratusan juta. Hal ini tentu saja semakin membuat Persela rawan terdegrdasi.* Bahrul Marzuki 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA