#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Anthony Engelen Kenang Sosok Pahlawan Dalam Kehidupan Pribadinya
19 November 2019 09:21 WIB
JAKARTA - Setiap orang memiliki sosok pahlawan dalam kehidupan mereka, termasuk Anthony “The Archangel” Engelen, atlet ONE Championship berdarah Indonesia.

Bagi Anthony yang dibesarkan di negeri Belanda, sosok pahlawan yang berjasa dan menginspirasi dalam kehidupan pribadinya hingga ia bisa mengejar karier dalam dunia beladiri adalah sosok kakek dari kedua orang tuanya.

Ayah Anthony berdarah Indonesia, sementara sang ibu berdarah Inggris. 


Baca Juga :
- Petarung Rudy Agustian Keranjingan Main PS 5
- Tiga Laga Panas di Thailand Tandai Kembalinya ONE Championship

“Sosok pahlawan pribadi saya adalah kedua kakek dari pihak ayah dan ibu saya. Kakek dari pihak ibu saya berkebangsaan Inggris dan ikut dalam Perang Dunia II. Ia ikut membantu membebaskan Eropa dari serbuan Jerman,” ujarnya. 

“Lalu kakek dari pihak ayah saya ikut berperang [pada masa kolonial]. Ia dijebloskan ke kamp kerja paksa Jepang setelah perang. Ia berhasil selamat dan kembali ke Belanda bersama keluarganya,” kenang Anthony. 

Bagi Anthony, kisah perjuangan leluhurnya tersebut merupakan sumber inspirasi bagi dirinya yang kerap menemaninya saat ia menghadapi kesulitan.

“Kedua opa atau kakek itu adalah para pahlawan pribadi dalam hidup saya, karena mereka berhasil melalui masa-masa hidup yang sangat sulit. Ayah saya juga merupakan sosok pahlawan. Saat berusia 13 tahun, ia datang ke Indonesia dengan nyaris tidak memiliki apa-apa. Ia belajar dan bekerja keras hingga berhasil menjadi dokter," paparnya.

“Ayah bahkan menjadi salah satu sosok terpandang di kota asal kami. Ia selalu mencukupi kebutuhan keluarga kami, lebih dari apa yang kami bayangkan. Kami semua sangat bersyukur. Saya berharap suatu saat nanti juga bisa meniru teladannya,” kata Anthony lagi.  

Anthony mengakui bahwa menjalani kisah yang sama dengan yang leluhurnya jalani merupakan hal yang sulit, namun nilai-nilai yang dibawa masih relevan dan dapat menjadi teladan baginya.


Baca Juga :
- Mengenal Perbedaan Martial Arts Self Defense Versus Martial Arts Combat Sport
- Kota Solo Segera Miliki Sasana Terbesar di Indonesia untuk Martial Arts

“Kita harus bisa menjaga dan merawat keluarga kita, bersikap lembut dan adil, membela mereka yang lemah atau tidak bisa membela dirinya sendiri,” lanjutnya. 

“Peduli pada sesama. Bersikap heroik menurut saya adalah saat anda lebih peduli pada orang lain daripada diri sendiri. Dalam situasi dimana anda bisa melakukan perbuatan baik, maka anda telah bersikap heroik bagi saya," pungkas atlet divisi featherweight ONE Championship ini.*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA