#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Dikata-katain Fan Klub, Pemain PSMS Hampir Baku Hantam di Stadion Jakabaring
19 November 2019 11:53 WIB
PELUIT  panjang ditiup wasit. Papan skor menampilkan angka 1-2. PSMS Medan gagal lolos ke semifinal. Mereka menyerah dari Persita di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Senin (18/11). Jelang akhir-akhir pertandingan, hujan gerimis membasahi stadion, namun yel-yel suporter tak henti bergema di tribune.

Saat laga berakhir, para pemain kedua tim langsung merebahkan diri di rumput. Ada yang bertekuk lutut, bersujud, menangis dengan tujuan masing-masing. Pemain Persita meluapkan kegirangannya dengan berteriak dan mengangkat tangan lalu saling berpelukan, sedang pemain PSMS menangis.

Tak hanya pemain, kelompok suporter PSMS pun seperti tidak percaya dengan kekalahan tersebut. Teriakan kecewa, tangis, tatapan kosong, menundukkan kepala, dan ekspresi kesedihan lainnya, serta kecewa ditunjukkan segenap suporter, seusai laga pemungkas Grup Y tersebut.


Baca Juga :
- Soal Sanksi Bagi Klub yang Menolak Kelanjutan Kompetisi, Begini Sikap PSSI
- Nekat! Jamie Carragher Pesta dengan Ribuan Penggemar Liverpool, Peringatan Walikota Diabaikan

Kecewa itu pasti. Suporter tidak menyangka PSMS yang unggul dulu pada menit delapan, lalu diimbangi pada menit ke-44, lalu takluk pada menit ke-87. Tak pelak, seusai meluapkan kesedihan dan kekecewaannya,  kelompok suporter PSMS meneriakkan kata-kata ejekan untuk pemain dan manajemen klub.

Tidak puas menyoraki pemain dari tribune, suporter bergeser ke arah tribune tengah, tepat di tempat pintu masuk pemain. Lalu, hujan kata-kata ejekan dilontarkan suporter. Merasa tidak terima, salah satu pemain PSMS meladeni suporter dengan mendekati tribune sambil menunjuk-nunjuk.

Belum tuntas sampai di situ, kelompok suporter PSMS mengadang bus pemain dengan berbaris di depan gerbang. Mereka berteriak meminta para pemain dan manajemen turun. Khawatir terjadi apa-apa, bus tidak berani bergerak sekitar 10 menit, lalu ofisial berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

Akhirnya, puluhan aparat polisi berhasil membubarkan suporter. Namun, suporter PSMS tidak terlalu menggubris. Bus PSMS pun tetap diadang dengan emosi yang meluap-luap. “Kami minta perwakilan pemain Legimin Raharjo turun dulu," kata salah satu suporter dengan nada tinggi.

Tak hanya pemain, suporter juga meneriakkan nama salah satu manajemen PSMS, Julius Raja. Lalu, bantuan aparat kepolisian kembali bertambah mengamankan beberapa  suporter. Dengan keamanan yang bertambah, akhirnya bus PSMS bisa melaju. Supir langsung menginjak gas cukup dalam.


Baca Juga :
- PS Hizbul Wathon Senang Kompetisi Digelar Kembali, tapi Dengan Syarat
- Bocoran Taktik: Cara Memberi Pemahaman Taktik kepada Pemain

Dalam sesi jumpa pers seusai laga, Syaiful Ramadhan, pemain PSMS, lebih banyak tertunduk lesu. Ia duduk menyandar dengan raut kecewa dan tatapannya kosong. "Kami kecewa dengan hasil ini. Gol pada menit terakhir membuat kami kalah. Tapi alhamdulillah kami masih diberikan kesehatan," ucap Syaiful.

Disinggung soal ejekan suporter PSMS karena gagal ke semifinal, Syaiful tidak mau menjawab. Lantas pelatih PSMS Jafri Sastra, mengambil mikrifon. “Itu hak penonton. Tanya aja penonton kenapa bilang seperti itu, urusan saya hanya dengan tim, bagaimana tim ini bisa lebih baik,” tutur Jafri.* Agustian Pratama

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA