#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


SANRR 2019 Sukses, Dankodiklatad, Super Adventure dan Montesz, Luar Biasa
17 November 2019 02:51 WIB
BANDUNG – Hero Hendi, De Atun dan Rio Adi tampil sebagai juara umum dan masing-masing berhak membawa pulang satu unit motor matic dari Yamaha   babak final Super Adventure Night Dankodiklatad Cup 2019 yang berlangsung di Sirkuit Non Permanen Kodiklat AD, Bandung, Sabtu malam (16/11).

 Hero Hendi yang membawa bendera 3 Angka 0336 Racing Art PPC, tampil sebagai juara umum di kelas Pemula Matic 1.300cc Standar Lokwil. Sementara itu, De Atun,  pebalap asal WD Feze  Fake Face Rob1 PSD BINX Subang juga tampil sebagai juara umum di kelas Matic 1.00cc Standar Wanita. Sedangkan, Rio Adi  dari RS Speed Family  merajai di  kelas Matic 116cc Standar Pemula.

Dengan tampilnya  para pebalap ke podium juara di 17 kelas final yang dilombakan itu, seara keseluruhan berakhir pula rangkaian Super Adventure Night Road Race 2019 (SANRR)


Baca Juga :
- Gila! Bayern München Bantai Schalke Delapan Gol Tanpa Balas
- "Kami Malu Melihat Dia di Lapangan!" Warganet Kecam Keputusan Leeds Menjadikan Casilla sebagai Kapten Usai Dihukum dalam Kasus Rasisme

Kota Bandung menjadi kota terakhir SANNR yang telah digelar di empat kota sebelumnya di Jawa Barat, yakni Seri I di  Sumedang, Seri II di Pangandaran, Seri III di Cianjur, Seri IV di Cirebon dan Seri V yang digelar di Sirkuit Non Permanen Kodiklat AD, merupakan seri penutup.

Seri penutup SANRR yang mengitari tiga jalur utama, Jalan Aceh, Saparua dan Jalan Ambon itu benar-benar menjadi real final. Semua dibuat kagum dan puas atas penyeleggaraan kolaborasi tiga serangkai, Kodiklatda, Super Adventure dan Montesz.

Memadukan sport dan entertainment, babak final SANRR meyedot  tidak kurang dari 5 ribu penonton dari berbagai kalangan. Di sektor selatan masyarakat antusias menyaksikan ajang balapan. Sementara di sektor utara mereka menikmati sajian hiburan dan pentas musik serta beragam makanan yang disajikan.

Bagi kawula muda Bandung  yang menikmati malam minggu Sabtu malam itu, benar-benar terhibur. Apalagi gemerlap 80 ribu watt yang menerangi tiga kawasan sebagai perlintasan para pebalap membuat suasana balap bak di siang hari ditambah raungan kendaraan para pebalap serta alunan musik sulit mengisahkan dengan kata-kata untuk menceritakan kepada yang tidak sempat menyaksikan langsung.

“Esensi dari penyelenggaraan SANRR di kawasan saya (Kodiklat) intinya ingin menampung adik-adik saya yang sering balapan di mana saja dan tidak ada tempatnya, karena itu melalui gelaran ini kami berharap kemampuan adik-adik dapat tersalurkan dan saya lihat semua pebalapa yang tampil sangat luar biasa, 418 racer memperlihatkan kemampuannya baik ex rider dan yang lainnya anak-anak muda, luar biasa saya sangat mengapresiasi gelaran ini,” papar Dankodiklatad, Letjen TNI, AM Putranto disela-sela balapan Sabtu malam (16/11).

Kehadiran penonton yang begitu membludak mencengkan jenderal bintang tiga ini. Maklum, kehadiran penonton sebanyak itu diluar dugaan karena memang balapan yang digelar di sirkuit non permanen itu merupakan kali pertamanya digelar di area jalan raya di Kota Bandung.

“Hal ini kami gelar menjadi bagian untuk mempersatukan masyarakat Indonesia khusus di Jawa Barat melalui olahraga otomotif, mencintai otomotif  secara sportif. Lalu, sebelum dilaksankan balapan kita gelar pengibaran bendera, itu menjadi kebiasaan kami dimana pun akan mengegelar kegiatan kita adakan mengibarkan bendera manfaatnya untuk menjaga persatuan dan kesatuan dengan menyanyikan Padamu Negeri sama-sama,” Putranto menambahkan.

Senada dengan AM Putranto, Perwakilan Super Adeventure, Tris Pondang, menyebutkan final SANRR di Bandung sungguh luar biasa. Sebab katanya, penyelenggaraan SANRR tahun ini melebihi ekspektasi tahun lalu.

“Hanya satu kata dari kami, luar biasa, semua berjalan sesuai rencana, bahkan untuk tahun ini lebih semarak dan lebih baik dibanding tahun lalu yang pernah kta gelar di Monumen Perjuangan. Animo penonton di GOR Saparua tahun ini tiga kali lipat, kami merasa bangga menjadi bagian dalam menyukseskan gelaran ini,” ujar Tris.

Tris berharap, apa yang sudah disajikan Super Adventure tahun ini bisa berkesan di hati para pebalap maupun penonton. “Saya lihat mereka sangat menikmati sajian kami baik dari balapannya maupun hiburan yang kami sajikan,” ungkapnya.

Begitu juga, Fariz Rizky dari  Montesz selaku promotor SANRR 2019. Ia mengungkapkan, secara keseluruhan penyelenggaraan sangat luar biasa. Alasannya, kata dia, suasana sangat surprise dari segi pelaksanaan dan sambutan masyarakat Kota Bandung terhadap final SANRR.

“Terutama untuk pelaksanaan, secara teknis dari mulai persiapan hingga akhir pelaksanaan semua sesuai harapan, semua yang kita harapkan berjalan sukses, dukungan dari Dankodiklat, Super Adventure, keamanan dan ketertiban penonton sampai cuaca sangat mendukung, kami exited sekali  karena ini sejarah baru pertama kali penyelenggaran dalam suasana seperti sekarang,” ujar Fariz.

Sementara bagi IMI Jawa Barat,  SANRR di Sirkuit Non Permanen tersebut sangat spesial karena baru pertama kali dilaksanakan. Oleh karena itu, IMI Jawa Barat berharap,  ke depan sukses tersebut menjadi agenda tetap dan tahun depan bisa dilaksana di lokas yang sama.

“Sejak IMI Jawa Barat berdiri, baru kali ini kita bisa menyaksikan even balapan bisa digelar di sirkuit non permanen, karena itu saya menyebutnya sangat spesial, biasa kita gunakan area Gedung Sate, tapi tidak cukup memadai,  SANRR yang baru saja kita gelar ini merupakan perpaduan balapan, hiburan dan penonton sehingga menjadi peseta rakyat,” kata Ketua Umum IMI Jawa Barat. Fachrul Sarman.

Sedangkan bagi penonton, SANRR Seri V/2019 di Kota Bandung menjadi hiburan tersendiri. Maklum, ajang balapan yang digelar malam hari dan berlangsung di jalan raya itu dinilai super.

“Artinya, kolaborasi yang sangat super, karena semua unsure terlibat dipergelaran ini,  kemasannya sangat apik dan luar biasa, ini memotivasi generasi muda seperti kita pecinta motor untuk mengembangkan bakatnya. Makanya, saya tak segan menyebut even ini even Super,”  kata Diva (25) salah satu penonton yang menyaksikan langsung SANRR.

Dari podium juara lainnya masing-masing kelas direbut, Lutfi FN (Bebek 2 Tak 125cc STD Pemula), Agung Pratama (Matic 116cc STD Pemula), Lutfi FN (Bebek 4Tak 125 Tune Up Lokwil Pemula), Sandi Pi (Matic 130cc STD Pemula), Fischella KW (Matic 116cc STD Wanita), Agus Chicken (MAtic 130cc  Wanita), Ridwan Fauzan (Matic 116cc STD Pemula), Raffly Rusdiana (Bebek 4Tak 150cc STD Pemula MP5), Rio Adi (Scooter NBR Vespa), Reza Reinaldy (Bebek 2Taj 125cc STD Pemula), Deden Gantar (-Rider A), M. Aroy (X-Rider B), Asep Kancil (Bebek 4Tak 150cc TU Mix Open MP1), Reza Reinaldy (Bebek 4Tak 125cc Mix Pemula MP4), Robby Rizaldi (Matic 130cc STD Open +Matic 1500 TU Open+Matic FFA). *


Baca Juga :
- Mengeksekusi Mati Seorang Atlet Gulat, Pemerintah Iran Menuai Kecaman dari IOC, FIFA, UFC, dan Presiden Donald Trump
- Virgil Van Dijk Dinilai Terlalu Arogan sehingga Melakukan Blunder lawan Leeds United

 

 

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA