#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Cinta Florenzi dan AS Roma di Ujung Tanduk
14 November 2019 12:06 WIB
ROMA – Menjabat sebagai kapten, tapi terlempar dari skuat utama. Inilah situasi yang sedang dialami Alessandro Florenzi bersama AS Roma. Dalam enam pekan terakhir di semua kompetisi, anggota tim nasional Italia itu tak pernah lagi dipercaya sebagai starter, total cuma mengumpulkan 18 menit di lapangan. Jika terus seperti ini, bukan tak mungkin dia mencari pelabuhan baru yang bisa menjamin kesempatan reguler.

Kedatangan Paulo Fonseca sebagai pelatih anyar I Giallorossi disinyalir sebagai penyebab anjloknya menit bermain Florenzi. Juru taktik itu tak terkesan dengan kemampuan pemain mengawal sayap kanan pertahanan. Di matanya, Leonardo Spinazzola atau Davide Santon lebih meyakinkan.

Di posisi winger pun, Florenzi juga kesulitan bersaing. Para pemain muda macam Justin Kluivert, Cengiz Under, sampai Nicolo Zaniolo dianggap lebih cocok dengan permainan menyerang ala Fonseca. Alhasil, dirinya kini lebih akrab dengan bangku cadangan. Kesempatan hanya muncul ketika Roma benar-benar tak punya alternatif untuk dimainkan.


Baca Juga :
- RESMI: Florenzi Gabung Paris Saint-Germain
- Bahu Terkilir di Laga Terakhir Chelsea, Pedro Tunda Debut Bersama Roma

Hengkang dari Olimpico tampaknya jadi pilihan terbaik untuk kedua pihak. Roma bisa menghemat pengeluaran gaji sebesar 3 juta euro (sekira Rp46,6 miliar) permusim. Sementara pemain hasil pembibitan internal itu mendapatkan lagi peluang bermain. Operasi ini bisa terjadi pada jendela transfer Januari, dengan FC Internazionale dan UC Sampdoria memperlihatkan ketertarikan.

“Saya tidak punya masalah dengan Florenzi, dia tetap bagian dari Roma. Jika pemain jarang mendapat kesempatan, itu hanya soal pilihan,” Fonseca mengungkapkan di sela-sela pertemuan antarpelatih Eropa di Nyon, Swiss, Selasa (12/11) kemarin. Namun, bagaimanapun sang pelatih membantah, statistik memperlihatkan hal berbeda. Florenzi mulai tak kerasan dan siap meninggalkan klub masa kecilnya, kecuali bila ada perkembangan positif.

Dihantui kelelahan

Kehilangan pemain dalam situasi seperti sekarang akan jadi pukulan buat Roma. Skuat mereka sangat tipis akibat badai cedera, sementara partisipasi di dua kompetisi (Seri A dan Liga Europa) memerlukan banyak tenaga. Lihat saja dalam 7 pertandingan terakhir, I Lupi dipaksa menurunkan sejumlah pemain yang sama dan akhirnya tumbang karena kelelahan.


Baca Juga :
- Kalahkan Fiorentina, Roma Lanjutkan Tren Positif
- Gol Penalti Lukaku di Menit-menit Akhir Batalkan Kekalahan Inter dari Roma

Setidaknya ada 9 nama yang menguras energi dalam 20 hari terakhir antara liga domestik dan kontinental. Pau Lopez, Aleksandar Kolarov, Chris Smalling, dan Jordan Veretout selalu bermain penuh. Edin Dzeko, Gianluca Mancini, dan Nicolo Zaniolo tak jauh berbeda, dengan sedikit istirahat. Sementara Javier Pastore dan Justin Kluivert juga cukup sering berada di lapangan. Tak heran bila dua laga pamungkas melawan Borussia Moenchengladbach dan Parma Calcio berujung kekalahan.

Sekarang ada jeda internasional selama dua pekan, momen yang tepat bagi Fonseca mencari alternatif. Dia tak bisa mengandalkan para pemain yang sama terus-menerus, harus ada rotasi untuk menjaga kebugaran. Mengandalkan kembali Florenzi bisa jadi salah satu cara, kemudian juga memaksimalkan talenta muda.* Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA