#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


The Gunners Manfaatkan Jeda Internasional untuk Pulihkan Tim
12 November 2019 13:25 WIB
LONDON - Arsenal FC akan memanfaatkan waktu dua minggu selama libur pertandingan internasional untuk memulihkan kondisi tim. Istirahat kompetisi ini bakal digunakan sebagian pemain The Gunners yang tidak membela tim nasional negaranya untuk melupakan kesulitan dalam beberapa pekan terakhir sekaligus memulihkan kepercayaan diri mereka.

Arsenal mendapatkan pukulan telak akhir pekan lalu saat mereka kalah 0-2 dari tuan rumah Leicester City pada laga pekan ke-12 Liga Primer di Stadion King Power. Hasil ini memperpanjang paceklik kemenangan yang mereka alami di seluruh kompetisi musim ini menjadi lima pertandingan beruntun.

Ini juga kekalahan kedua yang ditelan Arsenal dalam empat laga terakhir di Liga Primer dengan dua laga lainnya berakhir imbang. Hasil itu membuat The Gunners tertahan di peringkat keenam klasemen dengan 17 poin, terpaut delapan poin dengan Manchester City yang menduduki peringkat keempat atau zona Liga Champions.


Baca Juga :
- Klasemen Liga Inggris, Leicester di Puncak, 5 Tim Belum Tersentuh
- Jika Lancar, Arsenal Selasa Ini Umumkan Perekrutan Kiper Baru asal Islandia

Dengan kesulitan yang dialami di lapangan belakangan ini, Arsenal butuh jeda sejenak dari rutinitas untuk menyegarkan kondisi psikologis mereka. Jadi, jeda internasional kali ini tiba pada saat yang tepat bagi para pemain The Gunners.

“Kami kehilangan kepercayaan diri dan kami butuh jeda internasional ini,” kata striker Alexandre Lacazette. “Saya harap kami bisa kembali ke lapangan dalam kondisi lebih baik. Kami harus berusaha lebih keras daripada yang kami lakukan saat ini untuk menemukan kembali rasa percaya diri.”

Lacazette juga mengungkapkan bahwa para pemain Arsenal merasa sangat kecewa dengan performa mereka lawan Leicester. Yang paling membuat mereka frustrasi, menurut mantan pemain Olympique Lyonnais ini, adalah kegagalan memanfaatkan peluang di depan gawang lawan.

“Kami sangat kecewa karena kami sempat mendapatkan beberapa peluang di babak pertama. Kami tidak bisa mencetak gol. Padahal, kami harus bisa memanfaatkan setiap peluang dalam laga seperti ini,” ujar Lacazette. “Kami harus kembali berlatih dan bekerja keras setiap hari untuk mempertajam finishing. Tapi, saya pikir kami tidak bermain terlalu buruk (lawan Leicester).”

Terlepas dari paceklik kemenangan belakangan ini, Lacazette meyakini bahwa Arsenal masih punya banyak alasan untuk optimistis. Pasalnya, kompetisi belum mencapai paruh musim pertama. Karenanya, masih ada waktu bagi The Gunners untuk melakukan sejumlah perbaikan sekaligus mengejar ketertinggalan dari rival-rival di zona Liga Champions.

“Tentu saja kami ingin finis di posisi empat besar,” tutur pemain 28 tahun tersebut. “Kami tertinggal sembilan poin di belakang Leicester dan Chelsea (yang menempati peringkat kedua dan ketiga) dan itu akan sangat sulit. Tapi, segala kemungkinan bisa terjadi dalam sepak bola. Kami masih punya waktu hingga akhir musim ini. Kami akan bekerja keras untuk bangkit.”

Selain tertahan di peringkat keenam di klasemen Liga Primer, Arsenal juga telah tersingkir dari Piala Liga Inggris usai kalah adu penalti dari Liverpool FC di putaran keempat. The Gunners hanya menunjukkan catatan positif di Liga Europa. Mereka mendominasi fase grup dengan meraup 10 poin dari empat laga pertama.


Baca Juga :
- Sadio Mane Jadi Man of the Match Liverpool lawan Chelsea, Van Dijk Malah Tidak Setuju
- "Dia Harus Menemui Psikiater." Bikin Blunder Fatal lawan Liverpool, Kepa Arrizabalaga Dinilai Sudah Tak Layak Jadi Kiper Chelsea

Kondisi ini membuat desakan agar pelatih Unai Emery dipecat semakin nyaring terdengar. Bukan hanya suporter yang tak puas dengan hasil kerja pelatih asal Spanyol ini, tapi juga beberapa pemain The Gunners. Mereka dikabarkan tak menyukai taktik sang pelatih yang terlalu konservatif dan kelemahannya dalam berkomunikasi.* RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA