#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kecewa dengan PSSI, Suporter Merah Putih Siap Boikot Laga Timnas
08 November 2019 12:00 WIB
JAKARTA - Pertandingan sepak bola tanpa suporter bagai sayur tanpa garam. Tanpa lantunan lagu, nyanyian, dan teriakan dari suporter sebuah permainan akan terasa hambar.

Jika pada laga perdana timnas Indonesia U-19 melawan Timor Leste, di Stadion Madya, Senayan, Rabu (6/11) lalu, teriakan dan yel suporter begitu menggema. Kini, teriakan dan nyanyian dari pendukung timnas itu kemungkinan tak akan terlalu bising ketika timnas Indonesia U-19 menghadapi Hong Kong.

Itu lantaran karena akan ada aksi pemboikotan dari salah komunitas suporter timnas. Alasannya, mereka kecewa dengan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2 November 2019. Tentu pemboikotan laga timnas ini menimbulkan polemik, ada yang pro tentu juga ada yang kontra.  


Baca Juga :
- Menanti Pemerintah 'Menyulap' Tiga Lapangan 'Kampung' di Solo Jadi Berstandar FIFA untuk Piala Dunia U-20
- Temui Bupati Bantul, Manajemen Bali United, Persija dan PSM Ungkap Alasan Pilih Stadion Sultan Agung

“Saya tidak menghakimi orang-orang yang menolak adalah kesalahan. Tapi itu cara mereka mendukung juga, dan itu juga cara mereka mengekspresikan kecintaannya untuk tidak mendukung, yang pasti mereka semua cinta Indonesia,” kata Arista Budiyono, salah satu founder admin suporter Indonesia kepada TopSkor.

Sementara Dava Ramadhan, salah satu anggota komunitas suporter La Grande Indonesia mengatakan, setiap ada aksi pemboikotan, sudah pasti ada alasannya. “Jadi tidak mungkin mereka asal boikot tanpa tahu penyebab yang jelas. Jadi bukan karena tidak cinta Indonesia, mereka sudah pasti sangat cinta dengan Indonesia dan timnas,” ujar Dava.


Baca Juga :
- Persija, Bali United, dan PSM Sowan ke Bupati Bantul Sebelum Gunakan Stadion Sultan Agung
- Terkait Isu Ada Pemain Timnas Reaktif Covid-19, Pengelola Hotel Fairmont Diminta Bungkam oleh PSSI

Salah satu suporter timnas asal Medan, Sofyan Harianto Siagian mendukung aksi boikot tersebut. Menurutnya, dengan aksi ini diharapkan PSSI lebih memperhatikan suara suporter. “Karena permintaan itu bukan untuk kami tapi untuk kemajuan sepak bola Indonesia,” ucap Sofyan.

Menanggapi kabar ini, pelatih timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini mengaku tidak berpengaruh untuk performa timnya. “Saya memahami alasan mereka, saya juga menghargai kenapa mereka seperti itu. Tapi, saya jelaskan sekali lagi, diboikot atau tidak, penuh atau tidak penuh stadion waktu kami bermain, kami akan tetap bermain dan memberikan 100 persen untuk negara ini. Tapi Tentu kami mengharap penonton lebih banyak lagi,” kata Fakhri.*SUMARGO PANGESTU

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA