#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Almeida Membuat Benfica Bermain Lebih Tenang
05 November 2019 13:35 WIB
DECINES-CHARPIEU – Kemenangan atas Olympique Lyonnais 2-1 di Estadio do Sport Lisboa pada 23 Oktober lalu jadi sinyal kebangkitan SL Benfica. Baik di kompetisi domestik maupun Liga Champions. Sejak pertengahan Oktober lalu, skuat asuhan Bruno Lage telah menyapu bersih kemenangan dalam lima pertandingan beruntun.

Kini, mereka kembali membidiknya saat tampil di markas Lyon pada matchday keempat Grup G Liga Champions 2019/20. Apalagi, mengingat duel di Groupama, Selasa (5/11) malam atau Rabu dini hari WIB ini sangat krusial. Sebab, berpengaruh pada kelolosan ke babak 16 besar.

Pasalnya, Benfica masih jadi juru kunci Grup G dengan tiga poin dari tiga pertandingan. RB Leipzig memimpin (enam poin), diikuti FC Zenit Saint Petersburg dan Lyon (sama-sama empat poin). Alhasil, kemenangan atas Lyon membuka peluang Benfica untuk lolos. Tidak mudah, mengingat wakil Ligue 1 itu juga berambisi mengamankan tiket.


Baca Juga :
- Solskjaer Punya Delapan Laga Sisa Menyelamatkan MU Musim Ini
- BOOM! Tolak Kontrak Jangka Pendek, PSG Tanpa Cavani di Liga Champions

Namun, tren impresif sejak bulan lalu menambah motivasi Benfica untuk mencuri poin di Prancis. Terutama, sejak Andre Almeida kembali dari cedera yang memperkokoh pertahanan tim berjulukan As Aguias atau sang Elang ini. Faktanya, Benfica selalu menang saat diperkuat Almeida dalam tujuh pertandingan di Primeira Liga.

Kehadiran bek 29 tahun ini seperti memberi magis bagi pertahanan Benfica. Bisa dipahami mengingat sebelum Almeida tampil pada sembilan pertandingan musim ini, Benfica kebobolan tujuh gol. Itu akibat tiga kekalahan, sekali imbang, dan lima kemenangan di semua kompetisi.

Tentu, sepak bola merupakan permainan kolektif. Alias, aksi individu tidak terlalu berpengaruh. Namun, kehadiran pemain yang cekatan di lini pertahanan seperti yang diemban Almeida membuat skuat Benfica merasa nyaman. Dengan sektor belakang yang kokoh, menjadikan lini tengah dan depan bisa tenang dalam melakukan serangan.

Di sisi lain, Lyon diliputi ketidakpuasan dari fan terhadap Rudi Garcia yang jadi pelatih sejak 14 Oktober lalu. Terutama, ketika debutnya yang menjamu Dijon FCO berujung 0-0 diikuti takluk 1-2 di markas Benfica. Beruntung, dalam dual laga berikutnya, Lyon menang 2-0 atas FC Metz dan 3-2 atas Toulouse FC.


Baca Juga :
- Pasukan Flick dalam Trek Treble Winner seperti Sukses 2012/13
- Miss BumBum Jessica Lopes Janjikan Telanjang Jika Chelsea Juara Liga Champions

Hasil pada dua laga terakhir itu meringankan tekanan terhadap Garcia. Tentu, kepercayaan fan terhadap pelatih 55 tahun ini bakal kian bertambah jika mampu membawa Lyon mengalahkan Benfica. Pasalnya, kemenangan bakal mendongkrak posisi di klasemen dalam perebutan tiket ke 16 besar.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA