#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Delapan Besar Liga 2 di Palembang dan Sidoarjo, Persita Tetap Siap
24 October 2019 14:55 WIB
JAKARTA – Babak Delapan Besar Liga 2 2019 akhirnya tidak jadi digelar dengan sistem kandang-tandang. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi dalam pertemuan dengan delapan tim kontestan  pada Rabu (23/10) sore menggelar pertemuan dan menyepakati delapan besar menggunakan format home tournament.

Yang menarik, babak ini akan digelar di tempat netral yakni Sidoarjo, Jawa Timur, dan Palembang, Sumatra Selatan pada 9-17 November mendatang. Direktur PT LIB, Dirk Soplanit, mengatakan tim yang berada di Grup A akan bermain di Sidoarjo dan peserta Grup B bermain di Palembang.

Sriwijaya FC sendiri tergabung di Grup A, sehingga tidak akan bermain di Palembang yang selama ini jadi markasnya. Belum disebutkan stadion yang akan digunakan nanti. Namun, besar kemungkinan adalah Gelora Delta Sidoarjo dan Gelora Sriwijaya Jakabaring  Palembang.


Baca Juga :
- Ini Bukti Persik Punya Masalah dengan Konsistensi Strategi
- Persita Minta PSSI Menjelaskan Lebih Rinci soal Aturan Pembayaran Gaji Pemain

"Babak perempat final nanti akan digelar dengan satu putaran atau single match," kata Dirk usai pertemuan. Nantinya, dua teratas masing-masing grup berhak ke semifinal dengan format single match 21 November. Sementara, perebutan tempat ketiga dan final dijadwalkan 25 November. Untuk jadwal detailnya akan diumumkan kemudian.

Salah satu kontestan Grup B Persita Tangerang menyatakan siap berlaga di Sidoarjo. Bersaing dengan Persik Kediri, Martapura FC, dan PSMS Medan adalah risiko yang ditangung karena finis peringkat kedua fase grup.

"Main di mana pun, yang penting pemain selalu kerja keras dan tampil dengan performa terbaik. Jangan pernah anggap enteng lawan. Tanpa melihat nama dan prestasi terakhirnya, antarkontestan bisa saling mengalahkan," kata pelatih Persita, Widodo C Putro.

Kepada setiap pemainnya ia selalu mengatakan semua kontestan kompetisi kasta kedua ini punya kualitas setara. Mereka harus berjuang dan fokus memenangkan pertandingan.

"Saya selalu tekankan kepada pemain setiap pertandingan itu final. Itu yang harus diingat dan dipahami pemain. Apalagi perjuangan kami sampai delapan besar ini penuh liku. Tidak mudah diraih,” Widodo menambahkan.

Promosi ke kasta tertinggi memang impian pelatih kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 8 November 1970, itu. Karena itu ia berani meninggalkan Bali United, klub besar calon penguasa Kompetisi Liga 1. Ia juga tidak sungkan merintis lagi karier kepelatihan dari bawah demi ambisi besar, menggendong La Viola kembali ke Liga 1.

"Saya nyaman bersama Persita. Klub ini sangat ambisius dan punya hasrat promosi ke Liga 1. Itu yang membuat saya tertantang dan menerima pinangannya. Di Persita, saya dikontrak dua tahun untuk membangun dan mengantarkan ke Liga 1," kata mantan striker timnas itu kepada TopSkor.

"Persita meski tidak sebesar tim mapan, tapi sudah mempersiapkan semuanya untuk mengikuti semua prasyarat klub Liga 1. Kami punya stadion sendiri yang bagus dan representatif. Akademi juga susah disiapkan agar kami bisa ikut kompetisi youth yang digelar PSSI. Itu alasan saya ngebet bawa Persita promosi," ujar Widodo.*Dani Wihara

 

Pembagian Grup Perempat Final Liga 2 Indonesia 2019

Grup A  (Sidoarjo)

Persiraja Banda Aceh

Persewar Waropen

Sriwijaya FC

Mitra Kukar

 

Grup B  (Palembang)

Persik Kediri

Persita Tangerang


Baca Juga :
- Pemain Persita dan Bali United Isi Libur dengan Mabar PUBG, juga Ajak Pengemar
- Latihan Molor Terus, Persita hadapi Dilema, Padahal Performa Sedang Menurun

Martapura FC

PSMS Medan

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA