#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Gresik Petrokimia Kembali ke Proliga
17 October 2019 13:08 WIB
JAKARTA – Hanya butuh satu tahun bagi Gresik Petrokimia untuk vakum dari ajang voli profesional Indonesia. Dalam pertemuan klub-klub peserta Proliga 2020 di Sekretariat Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), Jakarta, Rabu (16/10), mereka dipastikan ikut serta.

Petro akan menggantikan Jakarta Elektrik PLN yang kontrak keikutsertaannya berakhir pada Proliga 2019. Sebelumnya, ada dua kandidat pengganti Elektrik, yaitu Petro dan Jakarta Garuda. Namun, tim putri Garuda akan ikut pada edisi 2021.

Klub asal Gresik itu berpotensi menjadi tim kuat karena mendapat dukungan dari Bank Jatim. Ya, musim depan, mereka menggunakan nama Gresik Petrokimia Bank Jatim. Sekadar mengingatkan, Bank Jatim bukan pemain baru di Proliga.


Baca Juga :
- Menpora Imbau Induk Cabor Bijak dalam Mengambil Keputusan di Tengah Wabah Virus Corona
- Final Four Proliga 2020 Dipindah ke Sentul, Tanpa Penonton

Saat masih memiliki klub, Surabaya Bank Jatim mampu juara dua musim berturut-turut, 2007 dan 2008. ”Kami senang karena Petro kembali. Mereka salah satu peserta yang cukup setia ikut Proliga,” ujar Direktur Proliga, Hanny Surkatty.

Terkait keputusan Elektrik untuk tidak memperpanjang kontrak tampil di Proliga, Hanny cukup menyayangkan. Pasalnya, Elektrik berstatus sebagai tim tersukses di sektor putri karena sudah enam kali menggondol gelar juara.

Elektrik sempat mendominasi Proliga dengan merengkuh hattrick pada 2015-2017. Hanny pun berharap Elektrik kembali ikut serta. “Petro saja bisa kembali, bukan tak mungkin Elektrik mengambil langkah demikian,” Hanny menambahkan.

Proliga 2020 diikuti enam tim putra dan lima putri. Khusus di putra, ada pendatang baru, Lamongan Sadang MHS, yang sebelumnya mengikuti kompetisi antardesa. Dengan dukungan pengusaha setempat, Sadang MHS ikut liga profesional.

Sadang MHS menggantikan Sidoardjo Anega Gas Industri. “Tim ini (Sadang MHS) juga sangat serius. Buktinya, mereka merekrut Putut Marhaento sebagai pelatih. Kita semua tahu, Pak Putut salah satu pelatih tersukses di Indonesia,” ucap Hanny.

Kembali di Yogya

Sedangkan untuk susunan seri, Proliga kedatangan kota penyelenggara baru, yaitu Purwokerto. Rangkaian pertandingan di sana akan diselenggarakan di GOR Satria Purwokerto, yang merupakan pilihan dari Jakarta Pertamina Energi.

Kebetulan, Pertamina mendapat jatah sebagai tuan rumah Seri II, 31 Januari-2 Februari 2020. “Antusiasme warga Purwokerto terhadap voli terlihat sangat besar. Oleh karena itu, Pertamina memilih di sana. Kami tentu sangat mendukung,” ujar Hanny.

Untuk final, PP PBVSI kembali memilih GOR Amongrogo, Yogyakarta. Dengan demikian, untuk kali keempat secara beruntun, venue olahraga yang terletak di Jl. Kenari, Yogyakarta tersebut menjadi tuan rumah partai puncak.


Baca Juga :
- Bandung bjb Tandamata Bidik Puncaki Klasemen
- Menpora Puji Keseriusan Kepolisian dalam Membina Olahraga Indonesia

Ada alasan khusus mengapa PBVSI kembali menunjuk Kota Gudeg. “Setiap kami menggelar final di Yogyakarta, (kursi penonton) selalu penuh. Inilah yang membuat kami lagi-lagi memilih Yogyakarta,” Hanny menuturkan.

Untuk kali keempat secara beruntun juga, Jakarta tak dilewati Proliga karena hahalnya biaya sewa Kawasan Gelora Bung Karno (GBK). “Tak ada klub yang berani memilih Jakarta untuk tuan rumah seri. Tennis Indoor yang biasa untuk voli, mahal sekali. Tiga hari, minimal memakan biaya Rp 400 juta,” kata Hanny.*KRISNA C. DHANESWARA

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA