#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Melihat Transisi Permainan Real Madrid
08 October 2019 16:46 WIB
MADRID - Real Madrid masih memimpin klasemen La Liga menjelang jeda
internasional. Kendati begitu, kemenangan besar FC Barcelona atas Sevilla FC, 4-0, Minggu (6/10) malam, membuat Los Blancos kini hanya unggul dua poin atas rival abadi mereka tersebut.

Dua pekan ke depan, seluruh kompetisi akan berhenti untuk laga-laga internasional (uji coba maupun kualifikasi Piala Eropa 2020). Inilah waktu yang tepat bagi pelatih Madrid Zinedine Zidane untuk melakukan evaluasi untuk transisi pemain.

Pelatih asal Prancis itu kembali menangani Madrid sejak Maret lalu. Tapi, kondisi Los Merengues sudah jauh berbeda dibanding saat ia melatih pada Januari 2016 hingga Mei 2018.


Baca Juga :
- Madrid Temukan Duplikat Paul Pogba, Masih Muda tapi Harganya Tinggi
- Striker Real Madrid Ini Menghancurkan Kariernya Sendiri

Kondisi semakin buruk karena Zizou tidak cepat beradaptasi dengan situasi di Madrid yang berubah drastis. Ia masih cenderung mengandalkan pemain yang membantunya merebut tiga gelar Liga Champions secara beruntun (2016, 2017, 2018) selama dua setengah tahun di Santiago Bernabeu. Sejumlah pemain rekrutan baru justru lebih banyak menonton pertandingan dari bangku cadangan.

Taktik dan strategi terapan Zidane saat ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Memang menjadi kurang efektif di depan gawang karena perginya Cristiano Ronaldo (ke Juventus FC). Masalah lain, para pemain lama andalan Zidane kini sudah termakan usia. Bahkan, pemain termuda dalam skuat lama Zidane, Raphael Varane, terkesan dihantui bayangan dirinya saat sukses.

Kecepatannya saat menahan para penyerang lawan, kemampuannya berduel udara, dan penguasaan bola di atas rata-rata, membuat Varane pernah disebut sebut salah satu bek tengah terbaik dunia. Kini, bek timnas Prancis itu kerap kehilangan bola. Varane juga sering hanya mampu melihat penyerang lawan berlari melewatinya.

Jika Zidane mengistirahatkan bek 26 tahun itu, Madrid sebenarnya masih memiliki bek serbabisa Eder Militao. Meskipun berposisi natural bek tengah, pemain asal Brasil yang baru 21 tahun itu bermain bagus sebagai bek sayap. Performanya di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan saat Madrid mengalahkan tuan rumah Sevilla FC, 1-0, di pekan kelima La Liga pada 22 September lalu, sangat bagus. Ia bisa jadi pilihan utama Zizou jika performa Varane terus memburuk.

Posisi bek kanan yang masih diisi Dani Carvajal juga menjadi tanda tanya. Dalam 18 bulan terakhir, performa bek timnas Spanyol itu jauh di bawah standar. Carvajal kerap terlambat turun ke posnya serta kontribusinya untuk serangan Madrid kian berkurang, seperti rekannya di bek sayap kiri, Marcelo. 

Peran Carvajal yang berkontribusi atas tujuh gol Madrid musim lalu (satu gol dan enam assist) rasanya sulit menutupi kekurangannya musim ini. Bek 27 tahun itu kehilangan sentuhan khasnya di sepertiga akhir lapangan lawan, menusuk pertahanan lawan dari sisi kanan untuk melepas umpan silang. Seperti Militao, Alvaro Odriozola juga bermain bagus di pramusim lalu. Di laga kompetitif musim ini, ia sudah membuat satu assist saat Madrid menang 4-2 atas 

Granada CF, akhir pekan lalu. Achraf Hakimi yang tengah bersinar di Borussia Dortmund, bisa dipulangkan musim depan jika Zidane butuh alternatif pengganti Carvajal. Untuk Marcelo, Los Blancos masih memiliki Farland Mendy. Keduanya saat ini memang masih cedera. Tetapi, untuk naluri bertahan, Mendy satu level lebih baik ketimbang Marcelo.

Mengganti Carvajal, Varane, dan Marcelo mungkin bisa menjadi fondasi bagus bagi Madrid di lini belakang. Dengan begitu, Casemiro dan Toni Kroos bisa lebih tenang ikut mengkreasi serangan. Satu yang menjadi masalah adalah menurunnya performa Luca Modric. Peraih Ballon d'Or 2017/18 itu bisa menjadi pengganti. Namun, Zizou harus pandai mengatur banyaknya waktu bermain agar gelandang Kroasia itu tetap efektif. 

Sudah saatnya Zidane memberi menit bermain lebih banyak untuk Federico Valverde. Gelandang asal Uruguay itu mampu lebih menghidupkan permainan lini tengah Madrid.
Jika lini tengah ingin lebih kreatif, Zidane bisa memainkan James Rodriguez sebagai salah satu dari tiga gelandang. Gelandang serang asal Kolombia itu lebih kreatif dan dinamis ketimbang Modric.


Baca Juga :
- Madrid Habiskan Rp 2 Triliun Hanya untuk Merekrut Striker Cadangan
- Kabur dari Karantina Temui Pacarnya Hamil, Striker Real Madrid Ini Bisa Dipenjara

Gareth Bale juga sudah membuktikan dirinya layak menjadi starter di barisan penyerang. Tetapi, Zidane harus “menyingkirkan” Lucas Vasquez. Winger kanan, 28 tahun, itu bukan pemain yang buruk. Namun, ia belum cukup mematikan untuk menjadi starter.

Di sisi lain, Eden Hazard juga harus menunjukkan dirinya layak menggantikan peran Ronaldo di sayap kiri. Satu gol dan satu assist saat melawan Granada seharusnya hanya menjadi awal bagi Hazard untuk mendapatkan peran tetap di Bernabeu.***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA