#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
INFOGRAFIS
Tavares Punya Dua Pilihan Skema di Persija
04 October 2019 15:33 WIB
JAKARTA – Masa transisi demi transisi harus dilalui Persija dalam Liga 1 2019. Sejak ditinggal pelatih Stefano “Teco” Cugurra, Macan Kemayoran seperti kehilangan identitas. Mentalitas juara pun hilang tak berbekas. Pada sisa putaran kedua kompetisi, tim Ibu kota ini justru berjuang menjauh dari zona degradasi.

Dengan materi pemain yang ada, papan bawah bukanlah tempat Persija. Hanya saja, setelah Teco pergi, Persija seakan kesulitan menemukan bentuk permainan. Karenanya kahadiran Edson Tavares, diharapkan memberi dampak siginifikan. Situasinya saat ini, Tavares diragukan bisa mengangkat harkat Persija.

Itu berdasarkan pencapaian terakhirnya yang dipecat klub kasta kedua liga Jepang, Yokohama FC. Karenanya, Tavares dituntut berani mengambil langkah-langkah frontal demi perubahan permainan. Gaya main Persija yang “begitu-begitu saja” sudah selayaknya dikembangkan ke arah baru.


Baca Juga :
- PSSI Pers besama Persija Foundation Beri Bantuan ke RSUD Pasar Minggu
- INFOGRAFIS: Klub Liga 1 Harus Merogoh Kocek Dalam-dalam untuk Merekrut Empat Pemain Asing Ini

Selama menangani Yokohama, Tavares identik dengan formasi 3-5-2. Skema ini terbilang usang untuk sepak bola modern. Namun, skema ini bisa berfungsi optimal jika diterapkan sesuai dengan karakteristik pemain di dalam tim. Bukti akuratnya adalah kisah sukses Antonio Conte bersama klub Italia, Juventus.

Mengenai formasi tiga bek, Tavares tak kaku. Ia tak ingin memaksakan formasi tersebut untuk Persija, meski coba sangat terbuka. “Pada fase awal mungkin agak sulit, tetapi saya akan coba terapkan tiga atau empat bek. Itu tergantung juga dengan kondisi atau materi pemain yang kami miliki,” kata Tavares.

Saat ini Persija memiliki empat bek tengah, yakni Maman Abdurrahman, Ryuji Utomo, Fachrudin Aryanto, dan Alexander “Xandao” Reame. Mengingat tiga dari empat nama ini sudah berusia di atas 30 tahun, mensejajarkan tiga bek sekiranya bukan pilihan buruk. Bahkan, ini bisa jadi solusi Persija.

Bila formasi 3-5-2 dirasa kurang mengakomodir, pola 3-4-3 bisa jadi opsi. Apalagi Persija punya stok pemain melimpah untuk sektor flank. Dalam formasi 3-4-3 misalnya, Ismed Sofyan bisa menjadi winger kanan dan Rezaldi Hehanussa di kiri. Artinya, posisi Riko Simanjuntak dan Novri Setiawan sebagai penyerang sayap tetap aman. 

Bila skema itu yang diterapkan, Tavares hanya tinggal mencari sosok gelandang yang bisa mendukung pergerakan Marko Simic. Selain Rohit Chand Takuri dan Sandi Darma Sute bisa dikedepankan, duet Tony Sucipto bersama Joan Tomas Campasol atau Ramdani Lestaluhu, patut dipertimbangkan.

Mengenai bakal adanya perubahan karakter bertahan Persija, Ismed Sofyan tak merasa terganggu. “Saya kira setiap pelatih punya metode dan karakter berbeda-beda yang ingin ia bangun. Sejauh ini saya melihat coach Tavares (Eduardo) pelatih yang tegas, disiplin, dan berkarakter,” kata Ismed kepada TopSkor.


Baca Juga :
- Ritual-ritual Khusus Pemain Liga 1 Sebelum Bertanding
- Eks Pemain Arema, PSMS, Persija dan Persib Curhat Soal Sulitnya Lanjutkan Karier Menjadi Pelatih

Sementara itu, pertandingan kandang Persija menghadapi Borneo FC pada Minggu (6/10), resmi ditunda. Alasannya, izin keramainan dari kepolisian tidak keluar dengan dalih situasi di Jakarta sedang tidak kondusif. Ini penundaan kedua, setelah sebelumnya laga kandang melawan Persela juga ditunda.

Artinya, Persija akan mendapat “siksaan” dalam sisa pertandingan musim ini. Pasalnya, waktu kompetisi tinggal dua satu pekan, setelah dipotong dua pekan waktu FIFA Matchday. Hanya dalam tempo sembilan pekan Persija harus menjalani 15 pertandingan, yang artinya dalam tiga pekan bisa enam laga.*** Furqon Al Fauzi 

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA