#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Lecce vs Roma
Pellegrini Menikmati Peran Baru
29 September 2019 12:41 WIB
LECCE – Momentum positif AS Roma terhenti oleh Atalanta BC, tengah pekan kemarin. Sepak bola ofensif ala Paulo Fonseca gagal berfungsi, I Giallorossi tak mampu mencetak gol untuk pertama kalinya musim ini. Namun, hasil buruk bisa dijadikan motivasi. Saat berkunjung ke markas US Lecce, Minggu (29/9), pasukan Serigala siap bangkit dan kembali meraih poin penuh.

Banyak hal tak berjalan dalam permainan Roma saat tumbang oleh Atalanta di Olimpico. Lini serang yang biasanya tajam (8 gol dalam 3 laga terakhir di semua kompetisi), mendadak kehilangan gigitan. Inilah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan Fonseca sebelum turun di Stadio Via Del Mare nanti. Dia harus bisa mengangkat kembali peforma para pemain dalam membongkar pertahanan lawan.

Itu juga berarti memaksimalkan peran Lorenzo Pellegrini sebagai trequartista. Gelandang internasional Italia itu memang bagian penting buat Roma di era Fonseca, dipercaya sebagai pusat kreativitas. Lihat saja koleksi 4 assist-nya di Seri A, paling banyak dibanding para pemain lain. Berpindah posisi lebih dekat dengan kotak penalti, memberi pengaruh besar terhadap penampilan pemuda 23 tahun itu.


Baca Juga :
- Alvaro Morata Resmi Diperkenalkan Juventus, Sejumlah Suporter Malah Mengkritik Transfer Ini
- Andrea Pirlo dan Morata Ternyata Sudah Bertemu dalam Liburan Awal September Ini

Atalanta tahu ancaman Pellegrini, dan berhasil meredam pergerakannya lewat barisan tengah yang padat pada pertandingan lalu. Trik tersebut mungkin bakal diulang oleh Lecce, jadi Fonseca mesti memikirkan cara agar kreatornya dapat bergerak leluasa. Mendorong salah satu dari Jordan Veretout atau Bryan Cristante mendampinginya saat menguasai bola bisa jadi solusi, atau meminta Edin Dzeko sesekali turun untuk memecah konsentrasi lawan.

“Berperan sebagai trequartista sungguh menyenangkan, saya bisa melakukan banyak hal. Kemungkinan taktiknya tak terbatas, ada berbagai cara buat memainkan bola,” kata Pellegrini. “Saya tak hanya beroperasi di tengah, tapi juga sering melebar ke sisi lapangan. Saya banyak belajar dari rekan setim saat mereka melakoni peran serupa. Mengamati adalah salah satu kelebihan saya.”

Pellegrini, ditambah energi Nicolo Zaniolo serta pengalaman Henrikh Mkhitaryan dan Dzeko, akan menghadirkan mimpi buruk buat Lecce. Tapi, bukan cuma pertahanan lawan yang perlu khawatir, Roma juga perlu membenahi sektor lini belakang mereka. Kebobolan 9 gol dalam 5 laga Seri A bukan hal yang bisa dibanggakan. Perlu pengertian dan organisasi lebih baik dalam menghalau ancaman,

Pulihnya Chris Smalling dari cedera adalah angin segar. Tapi bek asal Inggris itu masih perlu adaptasi dengan sepak bola Italia dan karakter rekan setim. Dia harus segera menjalin komunikasi ideal dengan Federico Fazio di jantung kotak penalti. Opsi lain adalah Gianluca Mancini yang sudah bebas dari sanksi larangan bermain. Bagi palang pintu muda ini, perlu ditingkatkan kematangan mengambil keputusan.

Sementara Lecce menanti dengan percaya diri. Meski berstatus tim promosi, prestasi pasukan Fabio Liverani terbilang mengesankan. Dua kemenangan dalam tiga laga terakhir, perlahan memperlihatkan kematangan. Soal pertandingan melawan Roma, ada cerita positif: mereka menang 4-2 dalam duel terakhir di Via Del Mare, tujuh tahun lalu. “Di atas kertas, kami tak diunggulkan. Tapi kami akan coba main tanpa beban,” kata Liverani.* Dari berbagai sumber

 


Baca Juga :
- Pemain Baru Juventus Ini Dinilai Memiliki Kemampuan seperti Edgar Davids
- Cetak Dua Gol Masih Tidak Senang, Ibrahimovic: Jika Saya Berusia 20 Tahun Bisa Tambah Dua Lagi

LECCE (4-3-1-2)
21 Gabriel; 29 Rispoli, 13 Rossettini, 5 Lucioni, 27 Calderoni; 37 Majer, 4 Petriccione, 23 Tabanelli; 8 Mancosu; 10 Falco, 30 Babacar;
Cadangan: 22 Vigorito, 3 Vera, 2 Riccardi, 85 Imbula, 11 Shakhov, 19 La Mantia, 32 Lo Faso;
Pelatih: Fabio Liverani

ROMA (4-2-3-1)
13 Lopez; 24 Florenzi, 20 Fazio, 6 Smalling, 11 Kolarov; 21 Veretout, 4 Cristante; 22 Zaniolo, 7 Pellegrini, 77 Mhkitaryan; 9 Dzeko;
Cadangan: 83 Mirante, 5 Jesus, 18 Santon, 42 Diawara, 27 Pastore, 99 Kluivert, 19 Kalinic;
Pelatih: Paulo Fonseca

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA