#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Akan Menjamu Madura United, Seto Perkuat Dua Sistem Permainan
27 September 2019 11:13 WIB
SLEMAN – PSS sudah melupakan kekalahan telak 0- 4 dari Arema FC, Selasa (24/9) lalu. Kini, skuat Super Elang Jawa sudah fokus untuk melakoni laga pekan ke-21 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (29/9). Lawan yang akan dihadapi juga tak main-main yakni tim peringkat ketiga, Madura United.

Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro mengakui, kekalahan itu sedikit-banyak memengaruhi sisi psikologis tim asuhnya. “Kalah menang adalah biasa di sepak bola. Untuk kekalahan dari Arema, kami harus ambil pelajaran positifnya. Apalagi masih banyak pertandingan pada putaran kedua yang harus dijalani,” kata Seto, Kamis (26/9).

Untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain, ia memompa motivasi pasukannya lewat komunikasi empat mata. Hasil komunikasi personal itu, Seto mendapat kesimpulan, seleuruh elemen tim menginginkan kebangkitan. Laskar Sapeh Kerrab, julukan Madura United, ingin dijadikan korban.   


Baca Juga :
- Tahun 2019 Menyisakan Banyak Cerita untuk Karier Raja Assist PSS Sleman Ini
- Peringati HUT ke-44, Direksi PSS Sleman Berharap Dukungan dari Suporter Selalu Terjaga

Mengenai persiapan melawan Madura United, yang menjadi perhatian utamanya adalah organisasi pertahanan. Permainan cepat nan taktik lawan, harus diimbangi dengan kesigapan dan sikap disiplin tinggi. Waktu jeda sekitar tiga hari, walau tidak efektif, ingin dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Untuk persiapan lawan Madura FC, kami tidak memberikan latihan dengan intensitas tinggi. Menu yang diberikan untuk pemain hanya pengembalian kondisi kebugaran saja dan sedikit memperbaiki sisi permainan. Kami sadar betul dengan kekuatan lawan tetapi juga sadar dengan potensi kami sendiri,” ucap Seto.

CEO PSS Fatih Chabanto, juga turut memberikan suntikan motivasi pada timnya. ria asal Pekalongan yang baru ditunjuk sebagai CEO pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PSS pada Senin (23/9) malam lalu, itu mengatakan bahwa dalam sepak bola, kekalahan harus menjadi tenaga tambahan untuk menang.

“Namun memang kekalahan kemarin (melawan Arema FC) bisa jadi catatan, karena merupakan kekalahan terbesar musim ini. Harapannya performa dapat kembali naik sehingga prestasi yang didapat sejauh ini tidak turun. Apalagi pertandingan nanti kan kandang. Jadi, harus bangkit,” kata Fatih.


Baca Juga :
- Ini Unggahan Terpopuler Klub Liga 1 di Sosmed pada Awal Mei
- PSS Sleman Salurkan Bantuan Penanganan Covid-19 ke Seluruh Kawasan di DIY

Terkait kehadirannya sebagai CEO baru PSS, Fatih mengatakan bahwa dirinya hanya ingin PSS dapat terus mempertahankan prestasi yang ada saat ini, yakni mampu eksis di papan atas dan tengah. “Kami juga sebelumnya sempat bersaing di papan atas. Sebagai tim promosi, ini terbilang sudah bagus,” ujar Fatih.

Terlepas dari itu, Fatih mengaku sedang membidik status lisensi dari AFC. “Club licensed ini ditargetkan bisa kami kantongi pada dua hingga empat tahun ke depan. Ini juga memerlukan perjuangan keras agar ke depannya PSS diharapkan juga dapat bersaing di kompetisi level Asia,” Fatih menambahkan.* Sri Nugroho

BERITA TERKAIT

news
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA