#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Piala Davis
Indonesia Kalah Telak di Hari Pertama karena Kurang Jam Terbang
14 September 2019 21:05 WIB
JAKARTA – Kapten Tim Piala Davis Indonesia, Febi Widhiyanto, kembali mengungkapkan bahwa tim yang dikapteninya itu minim pengalaman. Hal tersebut melihat hasil yang diraih oleh David Agung Susanto dan kawan-kawan di hari pertama Piala Davis 2019, Sabtu (14/9).

Petenis yang diturunkan di hari pertama Piala Davis oleh Indonesia adalah Muhammad Rifqi Fitriadi dan David Agung Susanto. Rifqi kalah dalam pertandingan 2 set langsung, yakni 6-7 (6-8) dan 3-6. Sementara David menyerah setelah memainkan rubber game, 6-3, 4-6 dan 0-6.

Kekalahan kedua petenis di atas memiliki satu kesamaan. Keduanya sempat unggul jauh saat pertandingan.


Baca Juga :
- Pulih dari Cedera, Maria Sharapova Akan Tampil di Ajang Brisbane International
- Andy Murray Kembali Absen di Ajang Australian Open 2020

Rifqi, di set pertama, berhasil memaksa pertandingan mencapai babak tie break. Rifqi pun langsung tancap gas di babak tie break, dengan memimpin 6-2 di set point. Namun, poin Rifqi terhenti di angka 6, sementara lawannya, Ajeet Rai, melesat dan mengakhiri set pertama dengan skor tie break 6-8.

Sementara itu, David Agung Susanto, berhasil merebut set pertama dari Rhett Purcell dengan skor 6-3. Kegemilangan petenis berusia 28 tahun ini pun berlanjut sampai di awal set kedua, di mana dirinya memimpin 4-1. Sayang, karena gagal fokus, Rhett Purcell membalikkan keadaan, mengakhiri set kedua dengan skor 4-6. Kepercayaan diri sang lawan kembali, dan Purcell akhirnya tampil dominan di set ketiga dengan tak membiarkan David merebut 1 set pun.

Usai pertandingan, kapten Tim Piala Davis Indonesia, Febi Widhiyanto, mengungkapkan bahwa anak asuhnya itu kurang jam terbang. Para pemain juga belum pernah dihadapkan pada situasi sulit seperti ini.

“Sebenarnya, pada saat posisi seorang pemain tertinggal, dia akan fight terus. Jadi dia berusaha balik ke gameplan dia,” ucap Febi.


Baca Juga :
- Komentar Bea/Eci Usai Sumbangkan Medali Emas dari Nomor Ganda Putri
- Tumpaskan Perlawanan Thailand, Bea/Eci Sumbang Emas untuk Indonesia

“Tapi giliran anak-anak kita yang berada di posisi seperti itu, ya anak-anak seperti lost control, drop, jadi fokusnya hilang. Yang kelihatannya unggul tahu-tahu semua momentum hilang,” tambahnya.

“Kalau yang saya lihat tadi, hal seperti itu (bangkit dan lakukan comeback) kan terbentuk dari proses bertanding, jadi jika kita sering bertanding, banyak pengalaman yang didapatkan dan banyak hal yang terjadi. Otomatis para pemain bisa belajar menemukan celah untuk membalikkan keadaan seperti tadi. Nah, karena anak-anak jarang mendapatkan itu, ya sudah mereka blank, fokusnya hilang,” Febi mengakhiri. ***

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA