#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Kontroversi Masih Menjadi Bumbu Penerapan VAR
13 August 2019 13:30 WIB
MANCHESTER – Seluruh 10 pertandingan pekan pertana Liga Primer 2019/20 sudah berlangsung, akhir pekan lalu. Paling tidak, 27 gol tercipta atau rata-rata 2,7 gol terjadi di setiap laga. Dua klub raksasa asal Manchester sama-sama pesta. Manchester City menang 5-0 di markas West Ham United sementara Manchester United (MU) mempermalukan Chelsea FC, 4-0, di Stamford Bridge.

Pekan pertama juga ditandai dengan mulai diterapkannya Video Assistant Referee (VAR). Memang, dibanding tiga kompetisi elite lainnya di Eropa, Liga Primer ini tergolong telat. Sebab, Bundesliga dan Seri A sudah digunakan sejak 2017/18. Sementara, La Liga mulai musim lalu.

Seperti di berbagai kompetisi lainnya, penggunaan VAR kerap mengundang kontroversi. Mantan wasit Liga Primer, Chris Foy mengakui, perangkat pertandingan sangat bersemangat memulai dengan VAR. Terutama, mengingat mereka sudah dua tahun mengikuti pelatihan. Termasuk, Foy yang jadi bagian tim pengawas VAR.


Baca Juga :
- Sudah Saatnya Klopp Punya Rencana B untuk Firmino
- Bikin Start Impresif, Bruno Fernandes Ternyata Bukan Debutan Terbaik di MU, Apalagi di Liga Primer

“Apakah itu berjalan dengan baik? Seperti yang dikatakan Raheem Sterling setelah pertandingan Man. City. Jika (wasit) mengambil keputusan yang benar, itu baik,” kata Foy. Secara tersirat, pria 56 tahun ini menyebut VAR belum bisa diterima segenap elemen di Liga Primer. Alias, masih butuh waktu bagi pemain, pelatih, dan fan untuk memahaminya.

Sejak kali pertama dicetuskan, VAR bisa memengaruhi empat keputusan wasit yang dapat ditinjau ulang. Itu meliputi gol, penalti, kartu merah, dan kesalahan identitas pemberian kartu yang yang bisa disaksikan di layar besar stadion. Yang paling krusial, jelas gol diikuti penalti. Apalagi, jika itu berkaitan dengan klub besar. Juga ketika ada tim yang dalam posisi tertinggal.

VAR di Liga Primer 2019/20 ini digunakan pertama kali saat Man. City menghadapi West Ham. Terdapat tujuh tinjauan dari wasit Michael Dean dengan dua di antaranya dibatalkan. Termasuk, saat Gabriel Jesus membobol gawang West Ham pada menit ke-53 memanfaatkan assist Raheem Sterling.

Para pemain dan fan Man. City sudah merayakan gol ketiga dalam laga tersebut. Hanya, Dean meninjau ulang VAR yang diketahui Sterling sudah terjebak offside. Di sisi lain, eksekusi penalti striker Man. City, Sergio Aguero  ditepis kiper tuan rumah, Lukasz Fabianski saat laga berjalan 85 menit.  


Baca Juga :
- Seorang Fan Manchester United Dipecat dari Pekerjaannya Lantaran Selfie Bersama Bintang Manchester City
- Ironis! Greenwood Malah Dedikasikan Golnya buat Bintang Muda yang Memberontak terhadap Manchester United

Namun, Dean meminta Aguero untuk mengulang tugasnya sebagai algojo titik putih. Alasannya, ada pemain West Ham yang bergerak lebih dulu sebelum bola ditendang. Nah, pada kesempatan kedua itu, bola sepakan Aguero meluncur deras ke kanan gawang. Pada akhirnya, Man. City menang telak 5-0.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA