#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Ini yang Dibutuhkan Timnas Rugby 7 Indonesia untuk Jadi Tim Besar
12 August 2019 15:30 WIB
JAKARTA – Timnas Rugby 7 Indonesia berhasil meraih pencapaian yang cukup baik di ajang Asia Rugby Sevens Trophy 2019. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki lagi agar rugby Indonesia bisa lebih kompetitif di kancah internasional.

Asia Trophy 2019 dilangsungkan di Lapangan Rugby GBK, Sabtu-Minggu (10-11/8). Dalam ajang se-Asia tersebut, Indonesia berhasil meraih peringkat ketiga di kategori putri, dan putra di urutan keenam.

Ini menjadi pencapaian yang cukup baik bagi tim merah-putih. Pasalnya, jika melihat tim-tim yang bertanding di ajang kali ini, seperti India, Filipina serta Malaysia, Indonesia baru mengenal rugby dalam kurun waktu 2 atau 3 tahun terakhir.


Baca Juga :
- Hadapi Lawan Tangguh Malaysia & Filipina, Rugby 7s Indonesia Fokus Satu Tujuan: Bawa Pulang Medali
- Poin Penting ARFU: Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Asia Rugby 7s Trophy for Men's and Women's

Walaupun sudah menemukan dasar rugby yang kuat, Indonesia tetap harus berkembang jika ingin menjadi tim yang kuat. Pelatih Timnas Rugby 7 Indonesia, George Wilson, membeberkan satu hal yang harus cepat-cepat dimiliki oleh Indonesia.

“Kami hanya butuh pengalaman. Kami hanya butuh bermain menghadapi tim-tim kuat di dunia,” ucap pelatih asal Selandia Baru itu.

“Masalah kemampuan para pemain, kami tidak kalah jauh dengan lawan-lawan kami di sini. Hanya jam terbang saja yang kami butuhkan. Jika belum bisa menghadapi tim kuat dunia, kita bisa mulai menghadapi tim-tim di Asia, karena kita bisa menemukan banyak tim kuat di sini.”

“Akan sangat disayangkan jika kita tidak bermain dengan tim-tim top dunia, kami tidak akan bisa berkembang jika seperti itu,” Wilson mengakhiri.

Hal ini juga disetejui oleh sekjen Pengurus Besar Persatuan Rugby Union Indonesia (PB PRUI), sekaligus manajer Timnas Rugby 7 Indonesia, Doedie Gambiro. Jam terbang, diakuinya, bisa meningkatkan intelejensia para pemain.

“Kita kalah bukan karena penurunan kualitas. Justru menurut saya, kita kurang jam terbang, melawan tim-tim yang lebih kuat, itu kesempatan yang belum kita miliki,” ucap Doedie.

“Tapi sekali lagi, kami butuh pertandingan, butuh jam terbang. Itu sangat mempengaruhi. Karena IQ seorang atlet akan meningkat pesat kalau bertanding.”

“Kalau latihan itu hanya memberikan peningkatan yang sedikit, dari latihan itu malah fisik yang meningkat. Kalau IQ itu dari pertandingan. Mau itu cabor perorangan atau beregu, jam pertandingan itu penting untuk meningkatkan IQ atlet,” pungkasnya.

Doedie, menggarisbawahi penampilan Timnas Rugby 7 Putri Indonesia saat menghadapi India di perebutan peringkat 3 besar. Ada satu momen di mana tim yang dikapteni oleh Lesley Deda ini berhasil menyerang hingga jantung pertahanan India, lewat sisi kanan lapangan.


Baca Juga :
- Indonesia Tuan Rumah Pemilihan Presiden ARFU
- Diremehkan Wales, Begini Respon Pelatih Timnas Inggris Jelang Final Piala Dunia Rugby

Namun, pertahanan India begitu solid, hingga tak bisa dipenetrasi oleh para pemain. Yang menjadi sorotan adalah para pemain Indonesia yang tidak ingin memindahkan serangan mereka. Padahal, ada 1 atau 2 pemain yang berdiri bebas di sisi kiri lapangan.

“Kita lihat tadi saat menghadapi India. Permainan kita menyangkut di satu sisi saja. Kalau kita memiliki banyak jam terbang, banyak pengalaman, para pemain pasti berpikir, ‘oh, serangan kita tidak tembus dari sini, kita harus pindahkan bola ke sisi lain’. Kepintaran itu yang belum kami miliki,” ucap Doedie. ***

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA