#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Cagliari Fokus Memoles Lini Tengah
07 August 2019 15:28 WIB
CAGLIARI – Hengkangnya Nicolo Barella membuat rekening Cagliari Calcio tersenyum, tapi di sisi lain menghilangkan keseimbangan sektor tengah. Sebelum problem berlarut, Direktur Olahraga Marcello Carli segera turun tangan dengan memberikan tambahan gelandang berkualitas.

Sementara pelatih Rolando Maran yang bertugas memoles area tengah. Setelah Marko Rog didatangkan, kemarin giliran Radja Nainggolan berlabuh ke tim kesayangannya. Gelandang Boca Juniors Nahitan Nandez kabarnya akan menyusul.

“Sejak Jumat pagi, Boca berupaya mempercepat operasi ini. Kedua pihak makin dekat, kemungkinan dalam beberapa hari mendatang, dia akan jadi investasi penting kami. Setelah Nandez, tidak ada pesepak bola lain yang definitif,” patron Castedu Tomasso Giulini membocorkan.


Baca Juga :
- Andrea Pirlo Tutup Pintu bagi Luis Suarez: Mengurus Paspor Itu Lama
- Edin Dzeko Bingung, antara Main untuk Roma Malam Ini dan Harus Siap-Siap Tes Medis ke Juventus

Dengan adanya trio gelandang tersebut, diyakini wajah permainan Cagliari akan membaik. Selama persiapan pramusim, Maran menguji formasi 4-3-1-2 dan 3-5-2.

Kalau skema pertama yang diterapkan, Nainggolan dapat dipasang sejajar dengan Luca Cigarini dan Rog. Pemain yang dipinjamkan oleh SSC Napoli tersebut mampu bermain di posisi berbeda: trequartista, gelandang, penyerang sayap di kanan maupun kiri. Dia mampu menggabungkan pergerakan dinamis dan kekuatan, serta menerobos ke area pertahanan lawan dengan atau tanpa bola.

Sementara Cigarini menjadi metronome dengan rute horizontal dan vertikal. Mantan centrocampista Atalanta BC itu merupakan sutradara brilian dengan tendangan berbahaya. Nainggolan juga memiliki kemampuan lengkap setelah merantau ke AS Roma dan Inter.

Ketika Nandez datang, nanti Nainggolan dapat difungsikan sebagai trequartista atau gelandang sentral dalam skema 3-5-2. Pemain berjuluk Il Ninja berada dalam lindungan Nandez dan Rog.

Sejauh ini, Cagliari menunjukkan sinyal kebangkitan. Terlihat dari rangkaian hasil positif dalam empat laga, yang sayangnya terputus setelah ditaklukkan SC Freiburg, 1-4, Sabtu (3/8). Maran tidak cemas melihat kejatuhan timnya.

“Kami tidak punya risiko apapun. Kami sedang berkembang dan masih perlu memperbaiki berbagai aspek. Yang penting, dalam momen sulit, kami tetap menjadi sebuah tim. Masih ada ruang besar untuk mendongkrak kinerja,” katanya.

Pulang ke Rumah

Mimpi buruk hadir dalam kehidupan profesional Radja Nainggolan ketika Antonio Conte berkuasa di FC Internazionale. Gelandang itu dianggap kurang cocok dengan taktik sang pelatih anyar. Klub pun berusaha menjajakan ke berbagai tim, yang nyatanya tak disukai Il Ninja.

Daripada bermain setengah hati, Nainggolan memutuskan kembali ke rumah keduanya. Gayung bersambut. Cagliari Calcio pun menerima dengan tangan terbuka karena pemain keturunan Indonesia itu sudah seperti keluarga sendiri.

“Saya mendapatkan tawaran lain, tapi tidak sulit memilih karena sejak saya pergi lima tahun lalu, saya selalu berpikir akan kembali, tapi tidak pernah menyangka akan secepat ini. Selamanya di sini? Status saya sekarang adalah pemain pinjaman, tapi jika Presiden Tomasso Giulini membeli saya…,” ujarnya. “Saya tidak sedih (pergi dari Inter) malah bersemangat. Mereka memutuskan dan tidak berdiskusi.”


Baca Juga :
- Jadwal Liga Italia Hari Ini, Sabtu 19 September
- Debut Dzeko bersama Juventus justru menghadapi Mantan Klubnya, AS Roma

Ketika mendapat lampu hijau, Nainggolan segera meminta kembali nomor 4 yang dulu miliknya dan berjanji akan memastikan tim tetap jadi kontestan Seri A musim depan. “Saya bilang kepada Presiden Giulini, kalau nomor itu tidak diberikan, maka saya tidak akan pergi kemari. Target kami ingin selamat . Dengan kaki menginjak bumi, kami membangun sebuah tim hebat,” centrocampista  yang musim lalu hanya tampil 29 kali di Seri A itu menjelaskan.

Nainggolan didatangkan untuk menghidupkan lagi barisan tengah I Rossoblu yang ditinggalkan Nicolo Barella. Pemain 31 tahun itu lahir sebagai gelandang dalam, tapi berangsur menyukai peran di sayap kanan. Dia pun pernah didapuk sebagai trequartista semasa memperkuat AS Roma.* Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA