#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
4th Eastern Asia Youth Chess Championship
Tim Catur Indonesia Raih 9 Menang, 2 Remis di Babak Pertama 
03 August 2019 11:29 WIB
BANGKOK - Awal yang manis dihamparkan Tim Catur Indonesia di 4th Eastern Asia Youth Chess Championship, Bangkok, Thailand. Sembilan kemenangan berhasil dibukukan.

“Tim Indonesia mengawali ronde pertama dengan mencatat 9 kemenangan dan 2 remis,” kata Head of Delegations tim Indonesia, Agus Mulyono, Sabtu (3/8). 

Agus yang juga menjabat sebagai Social Investment Manager PT Japfa Comfeed Indonesia itu mengatakan dua hasil resmi dicatat Gilbert Elroy Tarigan dan WFM Nur Aini Rasyid.


Baca Juga :
- Didukung JAPFA, Ummi Raih Gelar WIM dan Norma WGM 
- GM Susanto Dipaksa Remis di Game 2 Babak 1

Keseluruhan kata Agus torehan babak pertama ini mampu menumbuhkan optimisme tim catur Indonesia. Kemampuan pecatur Indonesia cukup diperhitungkan. Meski demikian lawan yang akan dihadapi di ronde berikutnya tidak bisa dianggap remeh. 

“Pecatur dari Cina, Hongkong, dan Taiwan juga harus diperhitungkan kemampuannya karena banyak bakat baru yang muncul,” imbuh Agus. 

“Harapannya optimisme tersebut akan mampu menjadi bahan bakar semangat tim catur Indonesia. Terutama pada hari ketiga tidak hanya tanding catur klasik, tetapi juga ada kompetisi Blitz Chess yang akan diikuti oleh seluruh delegasi dari Indonesia. 

Peserta termuda Indonesia, As Syahsyah Syakish Thirof yang masih berusia 8 tahun berhasil menaklukkan lawannya pecatur dari Singapura, Haresh Venkata Narayanaswamy. 

Pertandingan babak pertama keduanya menunjukkan kemampuan As Syahsyah untuk melakukan ancaman yang strategis di jantung pertahanan lawan. 

“As Syahsyah mampu membuat langkah-langkah strategis yang mengancam lawan dan membuat jebakan sehingga lawan terpaksa mengambil langkah blunder,” ujar IM Taufik Halay, Pelatih Tim Indonesia. 

“As Syahsyah yang bermain di putih, pada langkah 9 memakan bidak hitam di posisi f7. Posisi tersebut membuat mentri lawan di bawah ancaman kuda,” imbuh taufik.  

Langkah yang dibuat As Syahsyah tersebut membuat lawan harus memakan kuda di posisi f7 dengan benteng. Tak gentar dengan gertakan lawan, pecatur muda dari kediri ini kemudian menjawab dengan memajukan gajah untuk memakan benteng di posisi f7. Akhirnya, lawan dipaksa memaksa memakan gajah putih dengan menggunakan raja. 

“Langkah dilanjutkan dengan pion putih makan gajah hitam (fXe3). Posisi tersebut, sudah membuat As Syahsyah unggul kualitas,” ujar Taufik. 

“Kemampuan As Syahsyah untuk membuat ancaman betubi-tubi pada akhirnya membuahkan hasil dengan skak mati raja hitam di posisi g7 menggunakan mentri di f6 pada langkah 24,” paparnya.

Menurut Taufik, pertandingan di Bangkok kali ini menjadi momentum untuk menguji kemampuan pecatur muda Indonesia. Keberhasilan tim pada babak awal ini menujukkan para pecatur Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pecatur yang diperhitungkan di Asia. 


Baca Juga :
- Tolak Tawaran Remis, GM Susanto Menyerah Setelah Lebih dari 4 Jam Bertarung
- JAPFA Antar GM Susanto Wakili Indonesia ke Kejuaraan Dunia

“Pertandingan kali ini merupakan investasi yang luar biasa untuk memberikan kesempatan kepada pecatur muda Indonesia,” ujar Taufik. 

“Dukungan JAPFA kali ini merupakan sebuah investasi untuk dunia catur Indonesia di masa datang. Harapannya di tangan anak-anak muda inilah Indonesia mampu berada di puncak klasemen catur dunia,” tutupnya.*

loading...

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA