#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
Curhat Mourinho, Merasa Tak Dihargai Manchester United
02 August 2019 18:15 WIB
MANCHESTER - Jose Mourinho masih kecewa dengan Manchester United. Prestasinya di Old Trafford tidak dihargai. Selama menangani Setan Merah pada 2016 hingga Desember 2018 Mourinho mempersembahkan EFL Cup, Community Shield dan Liga Europa.

Menurutnya, MU menjadi satu-satunya tim yang mampu mengganggu dominasi sang juara Manchester City. Saat itu, MU menjadi runner up 2017-18 setelah mengoleksi 81 poin. Mereka juga sukses menaklukkan ManCity di Etihad Stadium.

"Finis di peringkat kedua bahkan lebih sukses lagi, jadi mungkin saya sedikit merasa bangga. Saya sudah bekerja dengan baik dan saya telah memberikan segalanya. Tapi, saya tidak mendapatkan balasan yang serupa," ujar Mourinho.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Bruno Fernandes Ikuti Jejak Cantona di Manchester United
- Apes! Bruno Fernandes dan Pogba Tabrakan, Terancam Absen Pertandingan MU

Namun perjalanannya di musim ketiga cukup terjal. Setelah menelan kekalahan 3-1 atas Liverpool di Premier League dan hanya berkutat di papan tengah, Jose Mourinho dipecat pada Desember 2018.

The Special One hingga kini masih menganggur. Dalam wawancara eksklusif bersama Sky Sports, Mourinho bercerita banyak tentang personanya di dalam dan di luar lapangan dan mengenai periode kepelatihannya bersama Manchester United.

“Saya sangat tertutup. Ketika saya bekerja saya membutuhkan kesendirian saya. Manajer sepak bola pada banyak kesempatan adalah orang yang kesepian. Kesepian dengan pikirannya, kesepian dengan perasaannya, dan kesepian dengan keputusannya,” kata Mourinho.

Dikatakan waktu di Manchester United tidak mudah. Dia selalu merasa bahwa untuk memenangi Liga Europa itu fantastis dan tidak terlihat seperti itu karena cara orang memandangnya.


Baca Juga :
- Waduh! MU Kembali Disalip Dortmund dalam Perburuan Pemain Muda Potensial
- Bikin Start Impresif, Bruno Fernandes Ternyata Bukan Debutan Terbaik di MU, Apalagi di Liga Primer

‘Wow, saya bekerja dengan baik, saya memberikan segalanya dan saya tidak mendapatkan apa yang menurut saya pantas’.”

“Satu-satunya hal yang bisa saya janjikan adalah bahwa ketika saya melatih klub berikutnya, proyek berikutnya. Saya akan  sangat bahagia hingga saya akan memasuki konferensi pers dengan senyum lebar. Saya berjanji.”*

BERITA TERKAIT

Penulis
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA