#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Brescia Usung Sepak Bola Atraktif
01 August 2019 14:35 WIB
BRESCIA – Delapan tahun absen, Brescia Calcio kini kembali meramaikan persaingan Seri A. Tak tanggung-tanggung, mereka menggenggam tiket promosi setelah sukses menjuarai Seri B musim lalu. Rahasianya adalah sepak bola atraktif dan dominan yang diterapkan pelatih muda Eugenio Corini.

Jika ada satu momen yang bisa menggambarkan permainan Brescia, mungkin gol yang dicetak Ernesto Torregrossa ke gawang US Salernitana, April lalu. Penyerang kelahiran Sisilia itu membawa bola dari area sendiri, berlari di antara dua bek lawan, melakukan gerak memutar untuk mengelabui mereka, memainkan umpan satu-dua dengan Alfredo Donnarumma sebelum melesakkan bola dengan tenang ke tiang jauh.

Semua itu memperlihatkan determinasi, skill, kejelian taktik, juga insting membunuh yang jadi trademark Brescia musim lalu. Sekarang, mereka akan coba menerapkan resep serupa untuk bertahan di Seri A. Jelas tidak mudah, karena kualitas lawan yang akan dihadapi jauh meningkat berkali lipat.


Baca Juga :
- Andrea Pirlo Tutup Pintu bagi Luis Suarez: Mengurus Paspor Itu Lama
- Edin Dzeko Bingung, antara Main untuk Roma Malam Ini dan Harus Siap-Siap Tes Medis ke Juventus

Namun, tifosi bisa menaruh harapan kepada Corini. Faktanya, pelatih 49 tahun itulah yang mengubah peruntungan tim sejak dilantik pada September 2018. Brescia yang sebelumnya tak menang dalam tiga laga pembuka Seri B di bawah David Suazo, langsung melejit dengan rapor 18 kemenangan, 13 seri dan cuma 2 kali kalah. Memastikan tiket promosi dengan dua laga tersisa jadi bukti tangan dingin Corini.

Bintang utama Brescia adalah Sandro Tonali, gelandang muda yang mampu mengontrol permainan layaknya Andrea Pirlo. Tapi, jangan pikir pasukan Le Rondinelle hanya mengandalkan satu pemain. Di lini depan, ada Donnarumma yang menggelontorkan 25 gol dan muncul sebagai capocanonniere Seri B musim lalu. Sementara Nikolas Spalek juga tampil tak kalah apik dalam mengawal lini tengah tim.

Brescia bukan tim yang bisa menghamburkan banyak dana di mercato, tapi mereka bisa menambah enam pemain buat menghadapi musim baru. Sebelas juta euro dikeluarkan, separuhnya untuk memboyong kiper Jesse Joronen dari FC Copenhagen. Dia diyakini bisa menambah kekokohan tim di bawah mistar gawang. Striker Florian Aye juga digaet untuk mengurangi beban Donnarumma dan Torregrossa di lini depan.

Tentu tak ada yang berharap Brescia juga mampu mendominasi Seri A. Tapi, jika bisa mempertahankan kerangka utama tim, menambah satu-dua pemain, dan terus memainkan sepak bola atraktif, bukan tak mungkin pasukan Corini bisa mengukuhkan status di kasta elite buat jangka panjang.*

The Next Pirlo

KETIKA membicarakan Sandro Tonali, sulit menahan diri untuk tidak menyebut legenda Italia Andrea Pirlo. Bagaimana tidak, mereka sama-sama tumbuh dari akademi Brescia Calcio, bersinar sejak usia 18 tahun di Stadio Mario Rigamonti, berposisi sama sebagai playmaker, bahkan memiliki postur dan penampilan serupa! Tak sampai di situ, kemampuan mengatur permainan dan melepas umpan juga sama brilian.

Musim lalu, kecemerlangan Tonali adalah faktor utama Brescia mampu promosi dengan mulus usai mendominasi Seri B. Dia menjalankan segalanya dari lini tengah: mengatur ritme, menjaga penguasaan bola, membuka ruang, mencipta peluang, bahkan tak jarang merobek gawang. Catatan 3 gol dan 7 assist dalam 34 laga musim lalu jadi bukti.


Baca Juga :
- Jadwal Liga Italia Hari Ini, Sabtu 19 September
- Debut Dzeko bersama Juventus justru menghadapi Mantan Klubnya, AS Roma

Prestasi itu pula yang diharapkan kembali diperlihatkan Tonali saat memimpin tim di Seri A. Namun, kali ini lawannya bukan AS Cittadella, Cosenza Calcio, atau Foggia Calcio. Melainkan Juventus FC, FC Internazionale, AC Milan dan lainnya. Skill saja tidak cukup, butuh pengalaman, mental, dan karakter. Inilah yang bakal jadi ujian “sang penerus Pirlo”.

Tonali baru 19 tahun, sangat muda dan masih rentan tekanan. Belum lagi sejumlah ketertarikan dari klub raksasa Eropa yang terus mengikutinya sejak musim dingin. Dia perlu menyingkirkan semua penggangu dan fokus membantu Brescia. Ketenangan merupakan salah satu kunci Pirlo tumbuh jadi gelandang terbaik dunia, itu pula yang perlu dicontoh Tonali. Jika tidak, bakatnya bisa tenggelam sebelum menyentuh puncak.* Dari berbagai sumber

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA