#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia


Gegar Otak Jadi Momok
18 July 2019 15:02 WIB
LONDON – Liga Primer Inggris merupakan dikenal paling mengandalkan fisik di antara kompetisi lainnya di Eropa. Faktor itu tidak hanya menguras kebugaran saja yang berujung keletihan. Melainkan juga rentan cedera. Salah satunya, menimpa kepala pemain yang bisa membahayakan hingga mengalami gegar otak.

Bahkan, sebuah studi menimbulkan kekhawatiran tentang perawatan cedera kepala. Demikian hasil penelitian yang dirilis di American Journal of Sport Medicine, pekan ini yang melibatkan dua kompetisi. Mereka membandingkan Liga Primer dan Liga Sepak Bola Amerika Serikat (Major League Soccer/MLS) dalam waktu 10 tahun terakhir sejak 2008 hingga 2017.

Gegar otak yang dialami pemain Liga Primer berdampak mengalami penurunan kinerja dibanding MLS. Sebab, pemain MLS melewatkan rata-rata 7,3 pertandingan atau 37 hari setelah gegar otak. Dibandingkan di Liga Primer dengan 0,6 pertandingan (10,9 hari).


Baca Juga :
- Jadwal Liga Inggris Hari Ini, Minggu 20 September
- Liga Primer Satu-Satunya Liga Top Eropa yang Menolak 5 Pergantian Pemain Musim Depan

Statistik ini melibatkan kinerja pada pertandingan yang meliputi assist, tendangan ke gawang dan total tembakan setelah gegar otak di semua posisi. Itu berarti, MLS dapat lebih meningkatkan keselamatan pemain dan mempertahankan kinerja di lapangam. Di sisi lain, Liga Primer baru menekankan protokol gegar otak sejak 2014 lalu dengan menyediakan dokter tambahan di tim medis.

Kepala Medis Asosiasi Pesepak Bola Profesional (FIFPro) Vincent Gouttebarge mengatakan, ada budaya yang berbeda di Eropa dengan Amerika Serikat mengenai penanganan gegar otak. Organisasinya akan menghubungi Federasi Sepak Bola  Internasional (FIFA) dan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) pekan ini. Yaitu, untuk mendorong adanya langkah baru dalam penanganan pemain yang mengalami gegar otak.


Baca Juga :
- Buntut Penembakan Jacob Blake: Klub MLS dan NBA Menolak Bertanding serta Pemain Mengundurkan DiriĀ 
- Jika Gabung City, Messi Berpeluang Akhiri Karier di Amerika Serikat, Begini Skenarionya

Itu terkait insiden gegar otak masih belum lengkap laporannya. Apalagi, dalam protokol tersebut, pemain yang mengalami gegar otak setelah didiagnosis bisa segera kembali dalam waktu enam hari. Padahal, itu tidak cukup.

“Kami ingin melihat pendekatan yang lebih konservatif,” kata Gouttebarge yang menyebut tanpa penanganan yang cepat bisa membahayakan pemain yang mengalami gegar otak. “Tim medis tidak dapat melakukan pekerjaan mereka. “Kesehatan pemain kami, baik dalam jangka panjang dan pendek dalam bahaya.”*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA