#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Tira Persikabo U-16 Sapu Bersih, Grafik Performa Persib U-16 Sedang Menurun
15 July 2019 14:41 WIB
DEPOK – Perseru Badak Lampung (PBL) FC membawa pulang tiga poin dari kandang Persija Jakarta dalam laga lanjutan Grup A Elite Pro Academy (EPA) U-16 2019. Bermain di lapangan National Youth Trining Center, Sawangan, Depok, PBL meraih satu kali menang dan satu kali kalah saat menghadapi Macan Muda.

Pada pertandingan pertama Sabtu (13/7), skuat asuhan Tommy Haryanto itu kalah 0-2. Namun pada pertandingan kedua Minggu (14/7) PBL FC membalikkan keadaan, menang dengan 2-0. Tentu ini bukan hasil yang diinginkan, Tommy mengaku targetnya melawat ke NYTC membawa pulang enam poin.

“Alhamdulillah anak-anak bisa bermain maksimal. Ini semua bagian dari proses mereka. Kami tahu Persija tim kuat dan bagus. Sebelumnya anak-anak juga belum pernah main di lapangan sintetis, itu yang jadi kendala kami. Jadi tiga poin patut kami syukuri sebagai modal menghadapi laga berikutnya,” Tommy menambahkan.


Baca Juga :
- Tumbangkan Persib U-16, TopSkor Indonesia Juara Super Muda Menpora
- Final Super Muda, Bung Yuke: Pemenangnya Berhak Juara Sejati

Dalam pertandingan lainnya, Tira Persikabo menyapu bersih dua pertandingan kandang saat menjamu PSIS Semarang Sabtu (13/7) dan Minggu (14/7). Pada pertandingan pertama Tira Persikabo menang 3-1 dan unggul 3-2 pada laga keduanya. Meski menang pelatih Tira Persikabo Deris Herdiansyah belum puas dengan performa anak asuhnya.

Menurutnya mental tanding pemainnya menurun akibat menganggap enteng lawan. “Benar enam poin sesuai target. Tapi ada masalah pada mental tanding pemain. Mereka main terlalu enjoy. Dua pertandingan tiga kali bebobolan karena kesalahan pemain kami sendiri,” ucap Deris.

Di sisi lain grafik permainan Persib sedang menurun. Menjamu Persela Lamongan, performa terbaik tim berjulukan Maung Ngora itu tidak keluar. Dua laga yang dimainkan hanya menghasilkan empat poin. Satu kali menang dan sekali imbang.

Kemenangan diraih saat laga perdana. Gol semata wayang Persib disodorkan Ronaldo Joybera R Junior Kwateh. Sementara laga kedua Minggu (14/7) di Stadion Sport Jabar, Arcamanik, Bandung, Maung Ngora bermain 0-0.

"Laga perdana hanya menang 1-0. Hari ini imbang 0-0. Performa pemain, harus diakui secara jujur, memang tidak bagus. Gravik permainan menurun drastis," kata pelatih Persib Imam Nurjaman. Buktinya, anak asuhnya kehilangan kreativitas. Buntu dalam mencari celah kosong.

Pergerakan pemain pun sangat terbatas hingga tidak muncul variasi serangan yang  membuat lawan lintang pukang. "Kami cuma rajin menyerang. Tapi miskin kreasi. Pemain gelandang, kalau tidak cepat masuk daerah serang, juga jarang membuka ruang. Rival jadi mudah mematahkan serangan kami," ucap Imam  setelah pertandingan.


Baca Juga :
- Persaingan Makin Ketat, Persib U-16 Taklukkan Tim Pelajar U-15 Indonesia
- Tira Persikabo Kampiun EPA U-16, Danurwindo Bicara Pondasi Timnas

Persela jelas diuntungkan dengan buruknya permainan Maung Ngora. Mereka yang mengedepankan serangan balik, cukup menempatkan pemain di barisan pertahanan. Sebab memang serangan Persib sangat monoton dan gampang dipatahkan.

"Strategi kami memang counter attack karena deretan penyerang Persib sangat cepat. Sayang ada beberapa momentum kami gagal menjebol gawang Persib. Tapi hasil imbang ini cukup baik setelah laga pertama kalah 0-1," kata pelatih Persela, Mahfud Syafii.*Sumargo Pangestu/Dani Wihara

loading...

BERITA TERKAIT

news
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
Total Komentar 0
Tulis Komentar +
ARTIKEL SEBELUMNYA