#1
TOPSKOR   |   Harian Olahraga Pertama di Indonesia
news
Bungker Elite Juve
15 July 2019 13:08 WIB
TURIN – Maraton usai. Juventus FC berhasil memutuskan pertalian antara Matthijs De Ligt dan AFC  Ajax dengan 70 juta euro (sekira Rp1,1 triliun) ditambah bonus lima juta euro.

Satu kalimat dari Ajax membuat angan suporter Juve melambung. “Karena menunggu kemungkinan transfer, Matthijs De Ligt tidak akan bepergian dengan grup,” demikian pengumuman dari kampiun Eredivisie itu. Saat ini, bek sentral tersebut sedang menunggu panggilan seusai proses pertukaran dokumen rampung. Jet pribadi siap mengantarkannya ke bandara Caselle, Turin. Kemungkinan tes medis dilakukan antara Senin (15/7) atau Selasa.

I Bianconeri siap menantang seantero Eropa dengan pertahanan elite. Sebagai informasi, benteng yang sulit dipenetrasi lawan telah menghadiahkan kubu Madama gelar juara Liga Champions. Contohnya: skuat asuhan Giovanni Trapattoni yang menguasai kompetisi itu musim 1984/85, dengan Stefano Tacconi (kiper) dan barisan di depannya terdiri dari Luciano Favero, Gaetano Scirea dan Sergio Brio.


Baca Juga :
- Prediksi Lazio vs Sampdoria, Berburu 11 Kemenangan Beruntun
- Maurizio Sarri Sebal Ballon d'Or Messi Lebih Banyak daripada Ronaldo

Nyaris satu dekade kemudian, format yang sama terulang. Juve memenangi Liga Champions 1995/96 dengan Angelo Peruzzi (kiper) dan barikade Moreno Torricelli, Ciro Ferrara, Pietro Vierchowod dan Gianluca Pessotto. Tentunya tifosi berharap penantian panjang mereka akan terbayar musim depan.

Pelatih Maurizio Sarri harus meramu bahan yang dimiliki untuk membentuk bungker DBC yang mematikan bagi lawan. Diperlukan waktu dan kesabaran untuk menumbuhkan harmoni antara remaja 19 tahun itu dengan Leonardo Bonucci serta Giorgio Chiellini.

Chiellini karismatik di dalam dan luar lapangan. Bonucci memiliki fisik tinggi tegap yang menunjang kemampuan duel di udara, serta akurasi dalam operan.  Sementara De Ligt, cerdas dari segi taktik dan dapat mengantisipasi manuver penyerang lawan, meski kurang dari sisi akselerasi. Kombinasi kekuatan ketiga bek itu akan menjamin superioritas lini belakang Juve.

Keputusan Direktur Olahraga Fabio Paratici mengakuisisi De Ligt bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sekarang. Penanggung jawab mercato tersebut memikirkan peremajaan.

Bek asal Belanda itu diproyeksikan menjadi pemimpin pertahanan masa depan ketika Bonucci dan Chiellini pergi. Agar proses transisi berjalan mulus, kedua senior itu harus mau sesekali menjadi cadangan demi memberi kesempatan lebih banyak kepada pesepak bola yang diikat dengan klausul 150 juta euro tersebut.

Jangan lupakan sosok Daniele Rugani. Talenta pemain bertahan itu disia-siakan oleh Massimiliano Allegri. Seiring dengan masuknya Sarri, mantan mentor semasa di Empoli FC, bek berpostur 190 cm itu kembali memiliki harapan.

Pergerakan di area belakang Juve akan berubah seperti gaya lama dengan digaetnya Merih Demiral. Mantan pemain US Sassuolo itu dianggap sebagai investasi yang cukup bagus. Cristian Romero yang ditebus 26 juta euro, perlu menimba pengalaman lagi bersama Genoa CFC selama setahun. Saat dirasa siap, pemuda 21 tahun tersebut akan dibawa pulang ke Continassa.

“Saya sangat gembira dibeli Juve, juga datang ke Genoa yang masih memberi kepercayaan. Sebenarnya ada klub lain, tapi saya memilih tinggal di sini karena betah,” kata pemain Argentina tersebut.

Arti Nomor 4


Baca Juga :
- Dybala Marah Ditarik Keluar, Begini Reaksi Sarri
- Dalam Siklus Mini, Ronaldo Jadi Bomber Terbaik Eropa

De Ligt diperkirakan akan memilih nomor empat. Massimo Carrera yang pernah memakai kostum itu menekankan angka itu berarti harus mau lelah untuk tim. Pesan yang sama diungkapkan mantan gelandang Massimo Bonini.

“De Ligt sosok yang luar biasa, tapi ingat, tanpa memperhitungkan peran: nomor empat artinya berjuang dan berkeringat. Seperti Juventus,” dia menuturkan.*** Dari Berbagai Sumber

loading...

BERITA TERKAIT

Total Komentar 0
Tulis Komentar +
news
ARTIKEL SEBELUMNYA